Site icon NTD Indonesia

PODCAST Pelajaran Berharga dari Seorang Gadis Penjual Bunga

Ilustrasi gadis kecil penjual bunga

Ilustrasi gadis kecil penjual bunga. (Screenshot Storyblocks)

Kisah Inspirasi: Pelajaran Berharga dari Seorang Gadis Penjual Bunga

Di sebuah kafe, ada seorang pebisnis muda yang sedang beristirahat. Sambil menikmati secangkir kopi, ia pun sibuk mengetik laptopnya.

PODCAST

http://ntdindonesia.com/wp-content/uploads/2020/04/PELAJARAN%20BERHARGA%20DARI%20SEORANG%20GADIS%20PENJUAL%20BUNGA.mp3

Saat itu, datanglah seorang gadis kecil yang membawa beberapa batang bunga dan menghampirinya. 

Gadis kecil itu berkata :

“Om, belilah bunga saya ini, satuu  saja.”

“Tidak dik, Om tidak butuh bunga.”

Sambil merayu, si gadis kecil tersebut berkata lagi:

“Ayolah Om, bunga saya ini sangat cantik juga murah harganya, Om bisa berikan untuk kekasih atau istri Om, emm,,,mereka pasti akan suka!”

Dengan kesal si pebisnis pun menjawab:

“Saya sedang sibuk, apa kamu tidak melihat?

Kapan kapan kalau butuh, saya baru beli darimu!”

Melihat wajah si pebisnis yang marah, gadis kecil itu pun pergi meninggalkannya dan menawarkan bunganya pada orang- orang lain di sekitar kafe tersebut.

Setelah menyelesaikan istirahatnya, si pebisnis pun beranjak dari kafe tersebut.

Tepat di depan pintu kafe, ia berjumpa lagi dengan gadis penjual bunga tadi.

Gadis itu kembali mendekatinya dan bertanya:

“Sudah selesai kerja ya Om? nah sekarang beli dong bunga saya, satu sajaa, murah kok Om, mau ya?”

Sambil mengeluarkan uang dari sakunya, si pebisnis berkata:

“Hadeh dik, dik, nih uang 3000 rupiah buatmu! Om tidak mau bunganya, anggap saja sedekah untukmu!”

Uang tersebut langsung diterima sang gadis kecil itu, namun bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan pada pengemis tua yang kebetulan lewat disana.

Si pebisnis yang melihatnya menjadi marah lagi dan bertanya:

”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil? Kok malah diberikan pada pengemis?” 

Dengan lugu, si gadis kecil menjawab:

”Ma,,ma,, maaf Om, saya sudah berjanji dengan Ibu bahwa saya harus mendapatkan uang dengan menjual bunga-bunga ini, dan bukan dari hasil meminta- minta. Ibu selalu berpesan, meskipun tidak ada uang, kita tidak boleh menjadi pengemis…”

Si pebisnis tertegun, ia menyadari telah mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga dari seorang gadis kecil. Suatu pelajaran bahwa bekerja adalah sebuah kehormatan. Meskipun hasil yang didapatkan tidak seberapa, tetapi keringat yang menetes dari hasil bekerja keras itu adalah sebuah kebanggaan.

Akhirnya, si pebisnis pun mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu. Bukan karena kasihan, tetapi karena ia ingin berterima kasih atas sebuah pelajaran yang sangat berharga.

Sering kali, suatu pekerjaan hanya dinilai berdasarkan upah yang akan kita terima saja. Namun sebenarnya, sekecil apapun pekerjaan yang kita lakukan, jika dilakukan dengan sepenuh hati, akan memberikan kepuasan, kebanggaan dan memberikan hasil yang tidak dapat diukur dengan uang. 

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu