Site icon NTD Indonesia

PODCAST Pelajaran dari Seorang Kakek

Kakek dan cucunya

Kakek dan cucunya. (Screenshot Storyblocks)

Pelajaran dari Seorang Kakek

Hari itu di sebuah supermarket, seorang Kakek bersama cucunya menarik perhatian saya.

PODCAST

http://ntdindonesia.com/wp-content/uploads/2020/04/PELAJARAN%20DARI%20SEORANG%20KAKEK.mp3

Cucunya terlihat sangat bandel, berteriak-teriak dan meloncat-loncat bersemangat. 

Karena khawatir melihat si Kakek yang sudah renta, saya diam-diam mengikuti mereka.

Kakek terlihat mendudukkan si cucu di atas troli belanjaan, lalu ia mulai mendorongnya.

Pertama, mereka pergi ke bagian makanan ringan. Kakek memilih beberapa makanan dan menaruhnya di troli, namun si cucu tiba-tiba mengamuk dan berteriak ingin turun.

Saat itu si Kakek berkata:  “Tenang Doni, sabar ya, sabar!” 

Kakek pun lanjut mendorong troli ke bagian susu. Saat memilih beberapa kotak susu, si cucu berteriak lagi dan menjerit ingin membeli cokelat. 

Kakek kembali berkata: “Tenanglah Doni, sebentar ya, sabar!”

Setelah itu Kakek mendorong troli belanjaannya ke bagian bahan makanan pokok. Sang cucu langsung berteriak menangis dan menjerit, sehingga beberapa orang disekitar mereka menolehkan kepala. 

Tapi si Kakek dengan tenang mengambil beras, gula dan beberapa bahan lain sambil berkata: “Sabar ya Don, sebentar lagi kita akan selesai berbelanja. Sabar ya!” 

Setelah itu dengan cucunya yang masih menjerit, Kakek mendorong trolinya menuju ke bagian kasir. 

Saya sangat kagum dan tertarik dengan Kakek. Saya lalu mendekatinya dan berkata:

“Maaf Kek, saya dari tadi sudah memperhatikan Anda! Saya sangat kagum bahwa Kakek sangat tenang dan tidak panik menghadapi cucu Anda, Doni.”

Kakek memandang saya lalu berkata: 

“Doni itu nama saya. Cucu saya ini namanya Harry.”

Saya terkejut mendengarnya, lalu bertanya:

“Tapi…. Sedari tadi saya mendengar Kakek berkata: “Sabar ya Doni…jadi kata-kata itu untuk menenangkan diri Anda sendiri?” 

Kakek tertawa dan mengangguk-anggukkan kepalanya. 

“Betul sekali! Saya tidak mungkin bisa menenangkan cucu saya. Tapi saya bisa menenangkan diri saya. Selama saya tenang, maka saya yakin segalanya akan baik-baik saja.” 

Jika Anda mampu mengendalikan pikiran Anda, maka Anda akan mampu mengendalikan perbuatan Anda. Dengan demikian, percayalah, bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu