Budi Pekerti

PODCAST Penjual Buah yang Sombong

Seorang gadis kecil yang berpakaian lusuh dengan gugup mendekati seorang penjual buah.

PODCAST

Dengan rendah hati dia bertanya kepada si penjual: “Maaf Bu, bolehkah saya meminta sedikit buah-buahan? Kedua adik saya di rumah belum makan dari pagi tadi.”

Penjual buah itu melirik si gadis kecil dengan muka merendahkan lalu menjawab: “Haaa, pengemis datang lagi. Kamu pikir saya badan amal? Enak saja, kalau mau buah-buahan ya harus beli!”

Gadis kecil itu berkata: “Saya nggak punya uang Bu…. Kalo boleh, saya mau ngutang dulu, kalau sudah ada uang nanti saya bayar….”

Namun, si penjual buah berkata:
“Enak saja, tidak bisa! Udah kamu pulang saja sana!”

Karena khawatir dengan kondisi keluarganya, gadis kecil itu kembali memohon dengan suara kencang: “Ma..maaf Ibu, tolonglah saya! Saya akan segera berusaha mendapatkan uang, dan segera datang untuk membayar Ibu. Tolong saya Ibu…..”

Karena keributan ini, banyak orang-orang yang mulai menoleh ke arah kios si Ibu penjual buah. Kesal karena merasa dipermalukan, Ibu penjual buah terpikir akan suatu akal untuk mempermalukan kembali si gadis kecil. Ia pun berkata: “Baiklah sini, kalo kamu memaksa! Saya juga bukan orang jahat tau! Nah, kamu punya daftar belanja tidak? Ayo, taruh daftar belanjamu itu di timbangan saya, sebagai ganti pemberatnya! Nanti saya akan kasih kamu buah-buahan seberat daftar belanjamu itu!”

Si gadis kecil tergopoh-gopoh memeriksa kantung bajunya yang lusuh. Untungnya, disana terselip secarik kertas yang sempat ia pungut di jalanan beberapa hari yang lalu. Ia pun menulis sesuatu di kertas tersebut, sebelum menyelipkannya ke timbangan si Ibu penjual buah.

Kini beberapa orang mulai menonton adegan ini dengan penuh minat. Si Ibu penjual buah dengan penuh gaya mulai memasukkan beberapa buah jambu ringan ke timbangan, yakin bahwa timbangan itu akan segera turun kebawah diberati buah-buahan.

Namun ajaib! Berapa banyak pun diisi buah-buahan, timbangan menunjukkan bahwa kertas dari si gadis lusuh tetap lebih berat!

Orang-orang yang ada di sekeliling mulai ramai berbicara, beberapa bahkan mulai bertepuk tangan. Timbangan itu pun sudah tidak sanggup memuat buah-buahan lagi.

Dengan muka merah padam, akhirnya Ibu penjual buah memasukkan buah-buahan itu ke dalam kantung plastik lalu menyerahkannya pada si gadis lusuh. Sementara keramaian di sekeliling kios si Ibu bertepuk tangan. Gadis kecil itu pun membungkuk mengucapkan terima kasih, sebelum pergi meninggalkan si Ibu penjual buah yang penasaran.

Setelah kerumunan bubar, akhirnya si Ibu penjual buah memeriksa timbangannya, untuk memastikan bahwa apa yang terjadi adalah benar. Ia baru memperhatikan daftar belanja si gadis kecil, yang didalamnya bertuliskan kata-kata: “Ya Tuhan, Engkau tahu apa yang saya butuhkan.
Saya pasrahkan semuanya kepada-Mu.”

Beberapa waktu kemudian, Ibu penjual buah baru menemukan bahwa timbangannya itu, memang ternyata rusak.

Tuhan bertindak dengan cara yang misterius.
Namun yakinlah, bahwa Dia ada dan selalu memperhatikan kita.
Dia akan memberikan yang terbaik dan paling tepat, sesuai dengan yang kita butuhkan.
Yang perlu kita lakukan, hanyalah percaya kepadaNya.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

slot gacor

situs slot gacor