Di suatu desa, hiduplah seorang pria yang selalu tampak murung. Tidak hanya murung, ia juga memiliki mulut yang beracun. Ucapannya selalu kasar, selalu mengeluh, dan membuat orang disekitarnya terganggu.
PODCAST
Semakin tua, ia semakin tidak menyenangkan. Bahkan, sikap murungnya mulai menular ke orang di sekitarnya hingga akhirnya ia dijauhi oleh penduduk desa. Ia sungguh telah membuat desanya tidak lagi nyaman ditinggali.
Pria ini pun menjadi tua. Saat usianya menginjak delapan puluh tahun, muncul rumor di desanya jika si pria tua tadi akhirnya tersenyum. Rumor tersebut ternyata benar! Si orang tua kini tersenyum, tertawa, bahkan menjadi ramah.
Penduduk desa pun penasaran. Mereka lalu bertanya apa yang terjadi. Pria tua itu lalu menjawab dengan malu-malu:
“Sebenarnya tidak ada yang spesial. Saya sudah begini tua, saya memutuskan untuk berhenti mengejar ambisi saya. Sekarang saya hanya ingin menikmati hidup sebelum dipanggil Tuhan.”
Apakah Anda ingin menjadi seperti si Kakek tua? Seumur hidup menderita dan tidak bahagia, hanya karena ingin memenuhi ambisi. Adalah penting untuk mengejar cita-cita, tapi jangan sampai waktu Anda habis dan menjadi tidak bahagia. Nikmatilah hidup Anda apa adanya, maka Anda akan lebih mudah tersenyum.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu


