Site icon NTD Indonesia

PODCAST Seekor Gagak Yang Iri Hati

Gagak

Gagak. (Screenshot Storyblocks)

Kisah Inspirasi: Seekor Gagak Yang Iri Hati

Seekor gagak tinggal di hutan dan merasa benar-benar puas dalam hidupnya. Tapi suatu hari dia melihat seekor angsa. Angsa itu sangat putih, dia berpikir bahwa angsa itu pasti burung yang paling cantik di dunia.

PODCAST

http://ntdindonesia.com/wp-content/uploads/2020/11/Kisah%20Seekor%20Gagak%20yang%20Iri%20Hati.mp3

Jadi dia mengungkapkan pikirannya kepada si angsa, dan berkata:
“Hai angsa, saya kagum padamu, kamu memiliki warna bulu yang putih dan bersih, pasti kamulah burung yang tercantik di dunia ini!”

Si angsa menjawab:
“Hahaha,,,tidak begitu kawan, sebenarnya, selama ini saya merasa bahwa saya adalah burung yang paling cantik sampai suatu hari, saya melihat burung beo, yang memiliki dua warna. Nah, sekarang saya pikir burung beo itulah yang jadi burung paling indah di dunia ini.”

Burung gagak kemudian mendekati si burung beo dan menceritakan isi hatinya. Tetapi si burung beo menjelaskan:
“Saya menjalani hidup dan berpikir bahwa saya adalah burung yang paling cantik, sampai saya melihat burung merak. Saya hanya memiliki dua warna, tetapi burung merak memiliki banyak warna di tubuhnya.”

Burung gagak kemudian mengunjungi burung merak di kebun binatang dan melihat banyak orang yang berkumpul untuk melihatnya. Setelah orang-orang pergi, burung gagak pun mendekati si burung merak.

Burung gagak lalu berkata kepada si merak:
“Hai merak, kamu sangat cantik. Setiap hari banyak sekali orang-orang yang datang melihatmu. Ketika orang- orang itu melihat saya, mereka segera mengusir saya. Saya pikir kamu adalah burung yang tercantik di dunia ini.”

Burung merak kemudian menjawab:
“Saya selalu berpikir bahwa saya adalah burung paling cantik. Tetapi karena kecantikan saya, lihatlah, kini saya terjebak di kebun binatang ini. Saya telah melihat ke seluruh kebun binatang, dan saya menyadari bahwa burung gagak adalah satu-satunya burung yang tidak dikurung di dalam sangkar. Jadi selama beberapa hari terakhir ini saya telah berpikir bahwa, andai saja saya adalah seekor burung gagak, saya pasti bahagia dan bebas terbang kemanapun saya suka.”

Seringkali, walaupun kita sudah bahagia, kita membuat perbandingan yang tidak perlu dengan orang lain, dan lupa menghargai segala yang telah Tuhan berikan kepada kita. Belajarlah untuk menerima dan hidup bahagia dengan apa yang telah kita miliki.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu