Budi Pekerti

PODCAST: Sekolah Hewan di Hutan

Suatu hari di dalam hutan, singa raja hutan memutuskan, bahwa seluruh penghuni hutan harus menjadi makhluk yang terampil. Jadi dia pun mendirikan sekolah hutan, yang diperuntukkan untuk anak-anak hewan yang ada di sana.

PODCAST

Dia memerintahkan seekor kera dewasa untuk mempersiapkan segalanya, dan mulai membuka sekolah hutan tersebut.

Mendengar kabar ini, hampir semua hewan lalu menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut.

Enam bulan berlalu, tibalah anak-anak hewan tersebut untuk mengikuti ujian, dan ternyata, hampir semua anak hewan gagal dalam ujian, dan hanya anak kera yang berhasil lulus.

Semua induk hewan terkejut dan merasa kecewa dengan anak-anak mereka.

Seekor induk gajah bertanya kepada anaknya:

(AYAH GAJAH): “Hai Nak, bagaimana mungkin kamu gagal dalam ujian di sekolah? Kita ini gajah, memiliki tubuh yang kuat.”

(ANAK GAJAH): “Habis, ujiannya susah sekali Ayah, aku benar-benar tidak mampu menyelesaikan ujian itu dengan baik.”

(AYAH GAJAH): “Ya sudah, selanjutnya kamu harus rajin belajar ya, dan pada ujian selanjutnya, kamu harus lulus!”

Sekolah pun kembali berlanjut, namun enam bulan kemudian saat ujian akhir kembali diadakan, lagi-lagi semua anak hewan gagal dalam ujian, dan hanya si anak kera yang lulus.

Penasaran, induk gajah lalu menanyakan anaknya:

(AYAH GAJAH): “Nak, kamu beritahu Ayah apa sih ujian yang diberikan? Mengapa anak-anak lain semuanya gagal? Sesusah apa sih?”

Si anak gajah kemudian mengajak Ayahnya ke tempat ujian mereka.

Ternyata disana, semua anak hewan harus mengerjakan ujian yang sama, yakni memanjat sebuah pohon.

(ANAK GAJAH): “Tuh kan Ayah, susah sekali kan ujiannya, bagaimana aku bisa memanjat pohon, empat kakiku seperti ini. Si kera sih enak, dia bisa menggenggam, mudah saja baginya untuk memanjat pohon, itu sebabnya dia bisa lulus Ayah.”

Namun karena penasaran dengan kemampuan yang dimiliki anaknya, sang induk gajah menyuruh anaknya untuk kembali mencoba memanjat pohon tersebut.

Anak gajah itu mencoba memanjat lagi pohon tersebut, namun gagal.

Saat itu, lewatlah seekor elang. Merasa tertarik, elang tersebut mendekati mereka, dan bertanya:

(ELANG): “Dari atas saya melihat, ada seekor anak gajah sedang mencoba memanjat pohon. Memangnya apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan?”

(AYAH GAJAH): “Ini Pak Elang, anak saya sedang belajar untuk memanjat pohon, agar dia bisa lulus dalam ujian di sekolah.”

(ELANG): “Loh? Memanjat pohon? Belalai kalian kan panjang, jika kalian perlu menjangkau sesuatu di atas pohon, gunakan saja belalai kalian. Tubuh kalian besar dan kuat, hewan darat mana yang mampu mengancam kalian, yang membuat kalian sampai harus lari ke atas pohon? Jadi, buat apa kalian belajar memanjat pohon?”

Kemudian si induk gajah menjadi sadar dan dia tidak lagi memaksa anaknya untuk bisa memanjat pohon.

Setiap orang itu unik. Hargailah bakat yang dimiliki oleh anak-anak Anda, di bidang apapun. Tidak semua anak harus sukses di bidang akademis. Yang mereka perlukan hanyalah memahami nilai-nilai moral dan kehidupan, agar mereka bisa menjalani kehidupan mereka dengan benar. Jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka ia akan menjalani seluruh kehidupannya dengan keyakinan bahwa dirinya adalah bodoh.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan video kami:

Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

VIDEO REKOMENDASI