Budi Pekerti

PODCAST Serigala Berbulu Domba

Suatu ketika ada seorang gembala yang memiliki 20 ekor domba. Setiap pagi ia membawa domba-dombanya merumput,….. sebelum mengunci mereka kembali di dalam kandang sore harinya.

Pada suatu hari saat membawa para dombanya ke padang rumput, ia melihat ada seekor domba liar yang bergabung. Ia merasa senang karena dombanya kini bertambah, menjadi 21 ekor.

Semuanya terlihat baik-baik saja sampai keesokan harinya, saat sang gembala menghitung domba-dombanya, ia bingung mendapati jumlah dombanya kembali ke angka 20. Ia memeriksa pagar dan gembok jika ada bagian yang rusak, namun semuanya terlihat normal. Ia pun menoleh ke para dombanya dan menanyai mereka.

PODCAST

“Apakah kalian tahu, bagaimana satu ekor domba menghilang dari sini? Apakah sesuatu terjadi di sini di malam hari?”

Semua domba menggelengkan kepala mereka, mengatakan tidak.

Gembala tidak dapat menemukan penyebabnya. Namun keesokan harinya, dombanya berkurang lagi jumlahnya menjadi 19 ekor, dan 18 ekor, dan 17 ekor… dan seterusnya. Sang gembala tidak habis pikir. Ia terus menanyai para dombanya, namun mereka semua berkata tidak tahu. Ia merasa sangat sedih dan berpikir mungkin ini adalah nasib buruknya.

Hingga beberapa hari kemudian, jumlah dombanya hanya tinggal dua ekor. Dengan lesu ia berpikir bahwa pasti esok harinya, dombanya hanya tinggal seekor. Saat mengunci mereka di dalam kandang, salah satu dari dua ekor domba yang tersisa berteriak padanya.

“Gembala! Jangan tinggalkan aku sendirian!”

Sang gembala kaget mendengar ini. Matanya silih berganti memandang dua ekor dombanya yang tersisa.

“Sebenarnya…. Serigala inilah yang menjadi biang kerok, dia telah memakan semua teman-temanku!”

“Serigala? Serigala apa?”

Tepat saat itu, salah satu domba menyingkapkan bulu domba yang dikenakannya, menampakkan wujud asli serigalanya, lalu menyerang si domba terakhir. Gembala segera bergerak cepat, dia masuk ke kandang dan memukuli si serigala dengan tongkatnya hingga serigala itu tak bergerak lagi.

Kini, barulah si gembala mengerti apa yang terjadi. Ia pun mendekati dombanya yang terakhir dan bertanya,

“Jadi, serigala itu yang selama ini memakan teman-temanmu?”

“Betul… dia akan memakan seekor domba setiap malam.”

“Apakah kamu dan domba-domba lain sudah tahu tentang hal ini dari hari pertama?”

“Ya…. kami semua melihat bagaimana dia memakan seekor domba di hari pertama.”

“Lalu, kenapa tidak ada yang mengatakan hal itu kepada saya?”

“Ka… karena… kami semua sangat ketakutan, malam itu, serigala itu berkata, bahwa jika ada yang mengungkap penyamarannya, dia akan memangsa si pelapor. Tapi…. Tapi …. ternyata hanya tinggal saya seekor, saya akhirnya mengumpulkan keberanian saya untuk berbicara, karena toh jika saya tidak bicara, pada akhirnya saya akan dimangsa juga!”

Sang gembala terdiam dan termenung, sambil memeluk dombanya yang ketakutan itu. Ia berkata,

“Serigala tetaplah serigala, walaupun ia berbulu domba. Seandainya saja kamu berani bicara sejak hari pertama, keadaannya tentu akan berbeda sama sekali. Sadarkah kamu kalau aku pasti akan mengusir serigala itu begitu dia ketahuan? Sehingga ia tidak akan bisa memangsa siapapun yang melaporkannya!”

Ada banyak kesempatan dalam hidup di mana ‘Keberanian Kecil’ dapat membuat ‘Perbedaan Besar’, namun seperti domba itu, kebanyakan dari kita sering tak acuh, diam tak berani bersuara, sampai masalah itu juga berdampak kepada diri kita. Kita harus belajar untuk berani angkat bicara, saat melihat suatu kejahatan terjadi.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan video kami:

Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan
Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan
Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan​
Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd
Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan

Dengarkan Podcast kami:

Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

VIDEO REKOMENDASI