Di sebuah desa, ada sebuah keluarga yang baru saja ditinggal meninggal ayahnya. Ayahnya meninggalkan warisan 17 ekor kuda kepada 3 anak lelakinya.
PODCAST
Di surat wasiatnya tertulis, ‘anak pertama mendapat, ½ bagian, anak kedua 1/3 bagian dan anak ke tiga 1/9 bagian, selanjutnya juga tertulis, bahwa Kuda itu harus utuh dibagikan dan tidak boleh dijual.’
Sang Kakak tertua kebingungan dan berdiskusi dengan kedua adiknya:
“Saya tidak tahu harus bagaimana ini, jika dibagi ½ bagian maka saya mendapatkan 8, 5 ekor … padahal kuda harus dibagi utuh dan tidak boleh dijual. Bagaimana kalau saya berikan kepada kalian saja, biar saya mendapat 8 ekor saja.”
“Ah, tidak bisa begitu Kakak, saya pun dapat 1/3 bagian artinya saya mendapat 6 ekor tapi kurang 1/3 bagian .. saya juga setuju jika itu diberikan kepada adik ketiga saja jadi cukup saya dapat 5 ekor saja.”
“Kakak sekalian, saya yang paling kecil memang sudah sepantasnya mendapat bagian yang paling kecil. Tidak apa saya mendapatkan 1 ekor saja.”
Seharian mereka berdiskusi namun tidak juga menemukan jawaban. Akhirnya, kakak pertama menemukan ide untuk meminta nasehat dari pamannya yang terkenal bijak. Kakak pertama berkata pada sang paman,
“Paman bantulah kami memecahkan surat wasiat ini, agar dapat membuat hati ayah kami tenang di surga.”
“Baiklah, saya akan datang sore nanti, berikan paman waktu untuk berpikir ya.”
Sore harinya, paman datang dengan membawa seekor kuda miliknya. Ia meminta ketiga anak itu mengeluarkan 17 kuda warisan ayah mereka, lalu berkata,
“Saya pinjamkan kuda saya ini ya, bukan untuk kalian, tapi hanya untuk dipinjamkan saja. Nah sekarang berapakah jumlah kudanya?
“18 ekor, Paman.”
Kemudian Paman memerintahkah anak pertama mengambil bagiannya, anak pertama ½ bagian maka mendapatkan 9 ekor, anak kedua, 1/3 bagian mendapat 6 ekor dan anak ketiga 1/9 bagian mendapatkan 2 ekor. Tersisa tinggal 1 ekor.
Paman lalu bertanya,
Paman: “Apa kalian sudah mendapatkan bagian masing-masing?”
“Sudah paman”
Kemudian pamannya melanjutkan,
“Nah, sisa satu ekor ini kuda Paman yang tadi Paman pijamkan, Paman ambil kembali ya,”
Untuk memecahkan masalah perlu memiliki kemampuan melihat masalah dari luar masalah. Bantuan seorang ahli akan membuat masalah yang rumit menjadi nampak sederhana.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
Dengarkan Podcast kami:
Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
