Kita tahu bahwa kita tidak boleh membandingkan hidup kita dengan kehidupan orang-orang yang “lebih sukses” karena ketika kita melakukannya kita akan merasa kekurangan.
Tetapi yang jauh lebih melemahkan jiwa kita dari membandingkan diri kita dengan teman yang sukses adalah kebiasaan buruk untuk membandingkan diri kita dengan apa yang kita rasa seharusnya bisa kita lakukan atau menyesali yang telah kita lakukan. Semua rasa ini adalah penyiksaan secara psikologis bagi diri kita sendiri.
Salah satu alasan paling umum mengapa kita mengalami depresi dalam hidup adalah penyesalan tentang sesuatu yang kita lakukan atau tidak kita lakukan. Ini sering kali merupakan hasil dari membandingkan kehidupan kita saat ini dengan yang kita anggap seharusnya menjadi kehidupan kita saat ini.
Tetapi kehidupan yang diangankan tidak terjadi. Itu tidak ada di mana pun kecuali di pikiran kita. Dalam ingatan kita. Dalam imajinasi kita akan seperti apa hidup kita hari ini. Ini adalah seperti naskah film yang tidak pernah diproduksi.
Menghadapi Kenyataan
Kita perlu belajar untuk berhenti membandingkan diri kita sendiri dengan khayalan khayalan tentang apa yang seharusnya hidup kita saat ini. Dan tentu, ini juga termasuk belajar bagaimana berhenti membandingkan diri kita dengan tetangga kita atau teman kuliah dan pencapaian mereka, karena itu semua adalah bagian dari kebiasaan kita yang berasumsi bahwa hal-hal saat ini seharusnya berbeda.
Tetapi bagaimana jika bagaimana hal-hal yang terjadi adalah sebagaimana mestinya? Pertimbangkan kemungkinan bahwa segala sesuatu terjadi tepat seperti yang seharusnya terjadi, dan pada kenyataannya, satu-satunya masalah adalah dengan diri anda. Masalahnya adalah bagaimana anda menafsirkan segalanya.
Kami yakin beberapa dari anda menggelengkan kepala dan berkata, “Apa yang diketahui orang ini? Saya membuat kesalahan terbodoh 10 tahun yang lalu dan saya masih merasakan dampaknya hingga hari ini. Hidup saya menyebalkan, dan itu seharusnya tidak terjadi pada saya, dan saya seharusnya tidak sebodoh itu”, dan seterusnya, dan seterusnya. Cerita lama yang sama. Tapi penyesalan dan kesedihan yang anda miliki adalah buatan anda sendiri dan tidak menghasilkan apapun untuk memperbaiki situasi anda. Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya.
Semakin lama anda terus menyangkal kenyataan, semakin lama anda akan merasa sedih dan tertekan. Menerima kehidupan apa adanya adalah langkah pertama dan penting untuk terlibat dengannya secara bermakna. Selama anda menolak untuk menerima tanggung jawab atas pikiran yang menciptakan perasaan anda, anda akan tetap menjadi tawanan pikiran anda sendiri.
Seringkali kita sedih atau tertekan karena salah satu dari dua alasan berikut:
1) Kita merasa saat ini dan masa depan kita hancur karena sesuatu yang terjadi di masa lalu, atau
2) Kita merasa masa kini dan masa depan kita hancur karena sesuatu yang seharusnya terjadi.
Dengan kata lain, kesedihan dan depresi seringkali dikaitkan dengan masa lalu. Atau lebih tepatnya, akibat kita fokus pada masa lalu.
Terlibat Dengan Kenyataan
Stephen Covey, dalam bukunya, “The 7 Habits of Highly Effective People” membagikan konsep perbandingan lingkaran pengaruh anda dengan lingkaran perhatian anda. Kita harus fokus pada lingkaran pengaruh kita, dan bukan pada lingkaran perhatian kita. Ada banyak hal yang menjadi perhatian kita, tetapi berada di luar kendali kita. Meskipun Covey tidak secara eksplisit mengatakannya, masa lalu anda adalah sesuatu yang tidak dapat anda kendalikan.
Di sisi lain, lingkaran pengaruh anda adalah segala sesuatu yang dapat anda kendalikan. Dalam dunia waktu, ini adalah masa kini anda, cara anda menghadapi masa depan, dan cara anda berpikir tentang masa lalu. Ini semua adalah aspek hidup anda yang dapat anda kendalikan.
Mengambil langkah lebih jauh, Dr. Arthur Freeman dan Rose DeWolf berbagi konsep dalam buku mereka yang luar biasa “Woulda, Coulda, Shoulda” bahwa kunci menuju kebahagiaan biasanya bukanlah memperbaiki masa lalu anda atau membuat impian masa kecil anda menjadi kenyataan (meskipun yang terakhir ini bisa masih layak dikejar). Sebenarnya, kebahagiaan dan kepuasan hidup sering kali bisa datang hanya dengan sedikit meningkatkan hidup anda. Itu adalah peningkatan 5 persen.
Berikut adalah pertanyaan untuk ditanyakan, “Jika anda dapat melakukan satu hal yang akan menciptakan peningkatan 5 persen dalam hidup anda / kepuasan kerja / hubungan / dll., apakah anda akan melakukannya, meskipun itu bukan 100 persen ideal yang anda impikan?
Dalam kerangka berpikir logis tanpa emosi, anda mungkin akan berkata, “Ya, tentu saja”. Namun, banyak dari kita tidak melakukan ini. Kita menginginkan solusi yang tepat, jadi kita membuang 5 persen peningkatan sebagai tidak berharga padahal peningkatan itu bisa untuk membuat anda merasa luar biasa tentang hidup anda.
Peningkatan Bertahap
Kita sering salah menilai seberapa banyak kita perlu berubah untuk memiliki dampak positif secara eksponensial pada hidup kita. Pertimbangkan ini: Berapa kali anda merasa sedih tentang sesuatu, dan kemudian seorang teman atau anggota keluarga menelepon atau peristiwa lain terjadi, dan itu memicu perubahan kecil dalam berpikir yang membantu anda merasa lebih baik setelahnya ?
Sekarang, mari kita selangkah lebih maju, dengan contoh yang lebih aktif. Katakanlah anda ingin masuk ke Harvard (solusi 100 persen anda), tetapi anda tidak diterima. Apakah anda akan membuang gagasan tentang pendidikan perguruan tinggi? Tentu saja tidak. Anda mungkin akan mencari sekolah lain dan mendapatkan gelar anda. Kemungkinan besar anda akan merasa sangat bangga pada diri sendiri ketika anda mendapatkan gelar dan itu masih akan membuka gerbang kesuksesan.
Silahkan baca cerita terkait, “David & Goliath” oleh Malcolm Gladwell, sebuah cerita tentang dua wanita yang ingin menjadi ahli bedah terkenal. Satu bersekolah di Ivy League. Yang satu lagi ke community college. Tebak siapa yang menjadi ahli bedah terkenal di dunia?
Kita dapat memikirkan dua situasi kegagalan masuk perguruan tinggi idaman seperti itu dalam hidup kita yang akan menghancurkan kita selama bertahun-tahun, tetapi akhirnya kita dapat mengatasi kedua “kegagalan” ini. Bagaimana caranya? Dengan mengakui bahwa hal itu terjadi, dan mencari 5 persen peningkatan dalam hidup kita sekarang. Sungguh luar biasa efek dari solusi yang tidak sempurna.
Pertimbangkan dua opsi: menjalani kehidupan yang berfokus pada kegagalan masa lalu anda, atau menjalani kehidupan yang meningkat secara bertahap dengan perbaikan kecil namun signifikan. Jawabannya sekarang jelas: Perbaikan kecil adalah kunci menuju hidup yang lebih bahagia.
Hebatnya, hanya dengan mencari solusi 5 persen saja dapat memiliki efek peningkatan percaya diri yang besar. Pelaksanaannya akan memberi anda dorongan lagi. Dan boom, pencapaian akhir dari peningkatan itu akan membuat anda merasa luar biasa. Anda akan bangun pada suatu pagi dan berpikir, “Sulit dipercaya bahwa saya pernah benar-benar kesal karena kehilangan pekerjaan itu pada satu titik”. Atau, “Wow, saya tidak percaya ada saat ketika saya begitu sedih tentang gadis / pria itu”.
Kemungkinan besar, anda juga akan menengok ke belakang dan bersyukur bahwa semuanya terjadi seperti itu, karena kehidupan yang anda bangun adalah kehidupan yang anda hargai.
Seperti kata pepatah, “We make plans, and God laughs.”. Tuhan tidak menertawakan kita karena Dia bersuka ria melihat kita gagal mencapai impian kita. Tidak, Tuhan sedang tertawa karena kita tidak memahami tentang “mimpi” kita. Kita ditakdirkan untuk lebih dari yang kita impikan untuk diri kita sendiri.
Jadi berhentilah murung dan menyesali langkah salah Anda, dan mulailah peningkatan secara bertahap! Perbaikan kecil akan bertambah lebih cepat dari yang anda harapkan, efeknya akan seperti bola salju (Monroe Mann/epochtimes/bud/ch)
Dr. Monroe Mann, Ph.D., adalah pendiri BreakDiving.io, komunitas media sosial nirlaba yang oleh beberapa orang dijuluki sebagai tempat paling ramah di internet. Dia adalah seorang pengacara, Youtuber, veteran Irak, pembicara publik, dan penulis “Time Zen”, “T.R.U.S.T.”, dan banyak buku lainnya. Hubungi di MonroeMannlaw.com
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

