Seorang pemuda berjalan di atas sebuah gunung yang diselimuti oleh salju, karena dingin disertai badai salju yang menusuk tulang, sepasang mata kaku hampir tidak bisa dibuka. Pemuda itu sudah lama berjalan, namun tetap tidak kelihatan ada jejak manusia.
Disaat itu, dari kejauhan tampak seorang petualang datang menghampirinya, dan secara otomatis dua orang itu akhirnya menjadi teman seperjalanan. Rasanya menjadi lebih tenang dengan adanya teman dalam perjalanan. Namun, untuk menghemat energi panas, hanya bisa diam seribu bahasa dan terus berjalan.
Di tengah perjalanan mereka melihat seorang laki-laki tua jatuh dalam gumpalan salju, kalau dibiarkan, orang tua itu pasti akan terkubur salju, dan mati kedinginan. “Kita bawa saja dia dan jalan bersama, Tuan, tolong dibantu,” ujar pemuda itu. Mendengar usulan itu, dengan gusar rekannya berkata: “Salju tebal begini, untuk mengurus diri sendiri saja repot, mana bisa mengurus orang lain!” Petualang itu pun lalu bergegas pergi seorang diri, meninggalkan pemuda dan kakek itu dibelakang.
Sang pemuda terpaksa seorang diri menggendong si kakek itu dan meneruskan berjalannya. Ia tidak tahu sudah berapa lama berjalan, tubuh dibasahi oleh keringat, dan di luar dugaan energi panas ini melumerkan tubuh kakek yang kaku kedinginan, dan secara berangsur-angsur kesadaran orang tua itu akhirnya pulih kembali. Suhu kedua orang itu menjadi penghangat yang saling memberi kehangatan saat berjalan menembus salju, mereka saling menghangatkan.
“Syukurlah Kek, akhirnya kita sampai juga,” ujar si pemuda ketika melihat perkampungan di kejauhan. Namun, setibanya mereka di persimpangan desa, terlihat kerumunan massa sedang mengelilingi sesuatu.
Pemuda itu berdesakan masuk di antara kerumunan massa dan begitu dilihat, ternyata seorang laki-laki tergeletak di atas gumpalan salju sudah meninggal dunia. Ketika dengan cermat mengamati jenazah laki-laki itu itu, ia benar-benar sangat terkejut, laki-laki yang meninggal kedinginan di atas salju yang tidak begitu jauh jaraknya dari desa itu ternyata adalah rekannya yang demi keselamatan diri sendiri lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka waktu itu. (minghui/ch)
Lebih banyak kisah Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

