Budi Pekerti

Satu Tindakan yang Baik akan Abadi

Memberi hadiah (Kim Stiver @Pexels)
Memberi hadiah (Kim Stiver @Pexels)

Tindakan yang baik tidak lekang oleh waktu. Pada tahun 601 SM, selama periode Musim Semi dan Musim Gugur, Perdana Menteri Zhao Dun dari negara bagian Ji sedang melakukan perjalanan ke ibukota Jiangyin.

Saat bepergian dengan kereta kuda, Zhao menyaksikan seorang pemuda terbaring di tanah dibawah sebatang pohon. Pria itu jatuh ke tanah karena kelaparan. Dia terlalu lemah untuk berdiri.

Dia segera memerintahkan kereta untuk dihentikan. Dengan makanan di tangan, dia mendekati pemuda itu dan menawarinya makanan. Setelah mengkonsumsi sedikit makanan, pria itu perlahan-lahan mendapatkan kekuatan dan membuka matanya.

Setelah menanyai pemuda itu, Zhao segera mengetahui bahwa dia adalah seorang utusan dari Jiangyin yang sedang pulang ke rumah. Setelah menghabiskan semua makanannya dalam perjalanannya, dia malu untuk meminta makanan dan tidak suka mencuri makanan untuk bertahan hidup. Akibatnya, ia terjatuh dipinggir jalan karena kondisinya yang melemah. Zhao Dun segera memberinya dua bungkus daging kering.

Utusan itu menerima bingkisan daging dan berterima kasih kepada Zhao. Meski dalam keadaan kelaparan, pemuda itu tidak langsung memakan daging tersebut. Bingung dengan perilaku pemuda itu, Zhao bertanya mengapa dia tidak memakan daging tersebut. Dia menjawab bahwa dia ingin membawa makanan lezat ini untuk ibunya yang sudah lanjut usia. Setelah mendengar ini, Zhao terkesan dengan rasa hormat pada orang tuanya.

Zhao memintanya untuk memakan dua potong daging agar cukup kuat untuk berjalan. Dia memberi pemuda itu dua bungkus daging lagi dan uang untuk melanjutkan perjalanan pulangnya. Segera setelah itu, Zhao pergi tanpa menanyakan nama pemuda itu.

Tiga tahun kemudian, Zhao diundang ke perjamuan oleh Raja negara bagian Ji. Tanpa diketahuinya, Raja Ji telah mengatur penyergapan untuk membunuh Zhao. Untungnya, Zhao menyadari ada sesuatu yang tidak beres dan segera meninggalkan perjamuan. Mengetahui bahwa Zhao telah melarikan diri, Raja marah dan memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Zhao dan membunuhnya ditempat.

Pada saat kritis, seorang tentara tiba-tiba muncul dan membantu Zhao naik kereta kuda untuk melarikan diri. Prajurit ini bertempur dengan gagah berani dengan para pembunuh itu sampai menit terakhir. Zhao kemudian mengetahui bahwa prajurit pemberani ini tidak lain adalah pemuda yang dia selamatkan dari kelaparan di bawah pohon tiga tahun sebelumnya.

Berita segera menyebar tentang kebaikan Zhao dan semua orang memujinya. Seperti kata pepatah kuno:

“Kebaikan yang anda berikan kepada orang lain, meskipun mungkin tampak sepele bagi anda, bisa sangat berarti di mata orang lain!”

Zhao mungkin tidak pernah berpikir bahwa kebaikannya membantu seseorang yang membutuhkan, suatu hari nanti akan menyelamatkan hidupnya.(visiontimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor