Budi Pekerti

Sebuah Lagu Natal Mengatasi Keserakahan Iblis

Ilustrasi Iblis Keserakahan (Kredit: victorianweb.org)
Ilustrasi Iblis Keserakahan (Kredit: victorianweb.org)

Kita semua pernah bertemu dengan orang-orang yang serakah dan sepertinya tidak pernah merasa cukup, bahkan ketika mereka memiliki banyak. Beberapa dari kita mungkin dihantui oleh keinginan untuk memiliki lebih banyak: lebih banyak uang, lebih banyak waktu, lebih banyak kasih sayang, lebih banyak ketenaran, dan seterusnya.

Terkadang sulit untuk mengingat bahwa kita datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa, dan kita pergi tanpa membawa apa-apa. Mungkin kisah “A Christmas Carol” (Sebuah Lagu Natal) oleh Charles Dickens, dan ilustrasi oleh Arthur Rackham dapat mengingatkan kita akan pentingnya mengatasi keserakahan kita.

A Christmas Carol’ karya Charles Dickens

Dalam “A Christmas Carol” karya Charles Dickens, Ebenezer Scrooge dikenal memiliki sifat yang kejam dan kikir. Bahkan pada Malam Natal, dia tidak hanya menolak untuk menyedekahkan uangnya bagi kaum papa, tetapi juga dia enggan berbagi kegembiraan Natal dengan keponakannya. Sebaliknya, dia malah membuat hatinya lebih dingin daripada musim dingin Natal.

Pada malam Natal, saat Scrooge duduk sendirian di apartemennya yang dingin, ia dikunjungi oleh hantu rekan bisnisnya yang sudah meninggal, Jacob Marley. Di akhirat, Jacob sekarang dihukum karena keserakahannya dan harus mengembara di bumi dengan terbebani oleh rantai berat. Dia ingin membantu Scrooge menghindari nasib yang sama dan memberitahu Scrooge bahwa dia akan dikunjungi oleh tiga hantu.

Ghost of Christmas Past (Hantu Natal Masa lalu) adalah yang pertama mengunjungi Scrooge. Hantu itu mengingatkannya pada awal mula Scrooge yang sederhana dan menunjukkan masa lalunya sebagai anak sekolah dan magang. Hantu itu juga menunjukkan akhir pertunangan Scrooge dengan kekasihnya, Belle, karena keserakahannya yang luar biasa terhadap uang. Scrooge dibiarkan malu pada dirinya sendiri.

Selanjutnya, Ghost of Christmas Present (Hantu Natal Masa Sekarang) datang dan membawa Scrooge melewati London sehingga dia bisa melihat bagaimana orang lain merayakan Natal. Scrooge melihat kondisi buruk pegawainya, Bob Cratchit. Hidangan Natal keluarga Bob adalah makanan yang jarang mereka konsumsi, dan si putra bungsu, Tiny Tim, menderita penyakit yang parah. Hantu itu juga membawa Scrooge ke rumah keponakannya untuk melihat keluarganya merayakan Natal tanpa dia, dan Scrooge diliputi oleh emosi.

Terakhir, Ghost of Christmas Yet to Come (Hantu Natal Masa Depan) menunjukkan kematian seorang pria misterius pada Scrooge. Scrooge mendengar orang-orang sedang membicarakan tentang keserakahan si almarhum dan kemarahan mereka. Dua pengusaha membahas si kikir yang sudah meninggal, dan yang satu berkata, “Hei, akhirnya si Old Scratch yang memilikinya?” Julukan “Old Scratch” adalah nama samaran untuk Iblis di Inggris. Dan akhirnya Scrooge dibawa ke kuburan di mana dia melihat bahwa dialah yang meninggal.

Merasa ketakutan, Scrooge memohon pengampunan. Dia tidak ingin mati, juga tidak ingin dikenang sebagai pengusaha tua yang rakus dan berhati dingin. Dia bersumpah untuk mengubah perilakunya, akan banyak berderma, dan memperlakukan orang dengan kebaikan.

Dia tiba-tiba terbangun pada Hari Natal. Dipenuhi dengan semangat Natal yang melimpah, Scrooge mengirimkan makanan dan uang bagi pengobatan Tiny Tim untuk keluarga Bob Cratchit dan mengunjungi rumah keponakannya. Selama sisa hidupnya, ia dengan gembira merayakan kebaikan dan amal Natal di seluruh London.

Arthur Rackham adalah seorang pelukis Inggris abad ke- 19 yang mengilustrasikan kisah “A Christmas Carol” karya Charles Dickens. Dalam salah satu ilustrasinya, yang yang diberi judul ‘Old Scratch Has Got His Own at Last, Hey?’ Arthur menafsirkan dan menggambarkan adegan dari penglihatan yang diungkapkan Hantu Natal Masa Depan kepada Scrooge.

Komposisinya terdiri dari dua sosok besar, yakni Scrooge dan Iblis. Sosok di sebelah kiri adalah Scrooge. Dia menatap Iblis di depannya dengan ketakutan. Seluruh jasnya, berlapis kerutan, tampak gemetar di hadapan Iblis. Dia juga menggegam erat dua kantong uang, satu di masing-masing tangannya.

Iblis itu sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Scrooge dan membuat gerakan mendekat dengan tangannya. Di tangannya yang lain, dia memegang alat seperti kail yang dia gunakan untuk menangkap korbannya. Dia digambarkan sebagai separuh hewan, dan ekornya melilit di pergelangan lengannya seolah-olah dia sendiri ditawan oleh keinginan jahatnya.

Di bawah Scrooge dan Iblis adalah dua pengusaha yang berbicara di pemakaman Scrooge. Mereka mengenakan mantel panjang dan topi tinggi. Mereka saling berkomunikasi dan berjabat tangan. Kita bisa berasumsi, berdasarkan judul ilustrasinya, bahwa yang satu memberi tahu yang lain, “Hei, Akhirnya si Old Scratch yang memilikinya?”

Keserakahan Iblis

Kisah Charles Dickens dan ilustrasi Arthur Rackham dapat memberi kita wawasan tentang sifat Iblis dan keserakahan. Seperti disebutkan sebelumnya, “Old Scratch” mengacu pada Iblis dan “miliknya” mengacu pada Scrooge. Jadi, ilustrasi Arthur menggambarkan Iblis mengambil Scrooge sebagai miliknya.

Namun, ungkapan pengusaha dan judul lukisan itu menunjukkan bahwa Iblis tidak dapat mengambil sembarang orang, tetapi hanya miliknya sendiri. Artinya, Iblis hanya dapat mengambil orang-orang yang seperti dia. Dan apa yang membuat Scrooge seperti Iblis? Tentunya, itu pasti keserakahan.

Keserakahan dan ketakutan sering berkorelasi satu sama lain, karena orang yang serakah sering kali takut kehilangan atau tidak memiliki cukup sesuatu. Ketakutan mereka mendorong mereka untuk mendapatkan dan menimbun lebih banyak; jika tidak, mereka kemungkinan besar tidak akan serakah. Sepintas, sepertinya Scrooge takut pada Iblis, dan mungkin memang begitu. Namun, setelah diperiksa lebih dekat, Anda mungkin mengira dia takut kantong uang yang dipegangnya begitu erat direbut Iblis.

Bahkan dalam menghadapi kematian dan ancaman siksaan Iblis, Scrooge tidak bisa melepaskan uangnya. Tubuhnya bergetar saat dia berusaha melindungi kantong uangnya sementara si Iblis mendekat. Keserakahan yang luar biasa inilah yang membuat Scrooge seperti Iblis.

Dan Iblis juga serakah. Dalam tradisi Kristen, Iblis serakah akan kekuasaan, yang menyebabkan dia diusir dari surga. Di neraka, Iblis serakah akan jiwa dan menggunakan alatnya yang seperti kait untuk memenjarakan mereka yang ikut dalam keserakahannya. Bahkan ekor Iblis, seolah-olah memiliki pikirannya sendiri, melingkari pergelangan tangannya seperti belenggu tahanan. Seolah-olah ekor, bagian hewan paling rendah dari makhluk yang sempurna dengan keserakahan, mengenali keserakahan dan berusaha memenjarakannya.

Jadi, apakah bukan hanya Iblis yang menyerang dan memenjarakan orang-orang seperti dia, tetapi keserakahan itu sendiri yang memenjarakan mereka yang mempraktikkannya, termasuk Iblis sendiri?

Natal kali ini, kecil kemungkinan kita akan kedatangan hantu untuk membantu kita mengatasi keserakahan kita. Jadi bagaimana kita bisa lepas dari belenggunya? Pengalaman Scrooge mengingatkan dirinya untuk bersikap baik, murah hati, dan perhatian terhadap orang-orang di sekitarnya. Mungkin, mulai Natal ini dan berikutnya, kita dapat mengingat Scrooge dan mencoba melakukan hal yang sama.(epochtimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI