Budi Pekerti

Senyum dapat Meningkatkan Mood Anda

Senyum @Canva pro
Senyum @Canva pro

 “Saya memiliki banyak masalah dalam hidup, tetapi bibir saya tidak mengetahuinya. Mereka selalu tersenyum.” Charlie Chaplin.

Sebagian besar pemimpin dan selebriti terkenal selalu mengetahui kekuatan dari senyuman. Saat mereka tersenyum, mereka memancarkan kepercayaan diri, kebahagiaan, dan keramahan. Tapi apakah itu hanya tipuan semata atau apakah tersenyum sebenarnya membuat anda lebih bahagia?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Experimental Psychology, tersenyum apakah asli atau tidak; dapat menipu otak anda menjadi positif. Tersenyum dapat memperbaiki otak anda, menghasilkan emosi positif, dan membangkitkan semangat anda.

Jadi, bagaimana tersenyum memengaruhi otak anda? Dan berapa lama anda harus tersenyum untuk memengaruhi otak anda?

Tersenyum Mengarah pada Interpretasi Positif

Menurut peneliti utama Fernando Mamolejo-Ramos, Ph.D., tersenyum mendorong emosi positif internal diantara para peserta penelitian. Tersenyum juga membuat mereka memandang dunia di sekitar mereka dengan lebih positif. Fernando adalah peneliti di Centre for Change and Complexity in Learning di University of South Australia.

Penelitian ini menganalisis dampak senyum terselubung pada dua sisi: persepsi wajah dan ekspresi tubuh. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Dalam satu kelompok, para peneliti membuat senyum dengan meminta peserta mengigit pena di antara gigi mereka, memaksa otot wajah mereka meniru gerakan tersenyum. Kelompok pembanding tidak menggunakan pena di mulut mereka.

Kedua kelompok kemudian diperlihatkan berbagai ekspresi wajah seperti cemberut atau tersenyum, dan berbagai gerakan tubuh seperti “jalan bahagia” atau “jalan sedih”.

Karena senyuman yang dipaksakan, kelompok pena menginterpretasikan ekspresi wajah dan gerakan tubuh orang lain sebagai lebih disukai dibandingkan dengan kelompok “tanpa pena”.

“Ketika otot anda mengatakan anda bahagia, anda akan lebih cenderung melihat dunia di sekitar anda secara positif,” kata Marmolejo-Ramos.

Otak bahagia, Orang bahagia

Ketika orang tersenyum, itu merangsang amigdala, pusat emosi otak anda. Ini, pada gilirannya, melepaskan neurotransmiter untuk mendorong pandangan positif. Marmolejo-Ramos yakin penelitian ini dapat membantu kesehatan mental, terutama dalam mengurangi kecemasan dan depresi.

Dr. Isha Gupta, ahli syaraf yang berbasis di New York, juga menemukan bahwa tersenyum dapat meningkatkan hormon perasaan senang seperti kadar serotonin dan dopamin.

 “Dopamin meningkatkan perasaan bahagia kita. Selain itu, pelepasan serotonin dikaitkan dengan pengurangan stres. Sebaliknya, tingkat stres yang rendah berhubungan dengan depresi dan agresi,” kata Gupta.

Lebih Baik Tersenyum Palsu daripada Tidak Tersenyum

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa efek tersenyum dapat mengelabui otak anda dengan berasumsi bahwa anda bahagia. Lebih baik lagi, hal itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Menurut Dr. Grossan Murray, depresi melemahkan sistem kekebalan anda, sementara kebahagiaan dapat meningkatkan kesehatan anda.

 “Yang gila adalah hanya dengan tersenyum dapat membuat perbedaan dalam membangun kekebalan tubuh anda. Ini karena saat anda tersenyum, otak melihat [aktivitas] otot dan berasumsi bahwa sesuatu yang menyenangkan sedang terjadi,” kata Dr. Grossan.

Itu berarti otak anda menyukainya ketika anda tersenyum. Tidak masalah apakah itu senyum asli atau palsu. Tersenyumlah, dan tubuh anda akan berterima kasih untuk itu.

Hari ini, kita tahu bahwa anggapan tradisional bahwa Anda tidak dapat memalsukan senyum tidaklah benar. Sebaliknya, beberapa komunikator, pemimpin, dan tenaga penjualan yang hebat dapat meniru senyum tulus dengan mudah dan disengaja. Jadi jika Anda bisa tersenyum sesuai perintah, sudah saatnya Anda mulai berlatih senyum.

Selain penelitian ilmiah, ribuan orang menegaskan bahwa tersenyum meningkatkan pandangan positif mereka dan orang lain.

Tersenyum itu Menular

Selain penelitian ilmiah, ribuan orang menegaskan bahwa tersenyum meningkatkan pandangan positif mereka dan orang lain. Itu karena, seperti menguap, tersenyum itu menular. Anda melihat seseorang tersenyum dan anda akan ingin tersenyum bersama mereka.

Jadi selalu tersenyumlah bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. Selain kesehatan anda, tersenyum bisa sangat berarti bagi seseorang yang depresi atau sedang mengalami masa sulit.

Peneliti modern dan orang bijak kuno setuju bahwa tersenyum itu sangat kuat. Anda dapat meningkatkan empati, menenangkan jantung yang berdebar kencang, dan memperbaiki suasana hati dengan senyuman.

Dalam kata-kata terkenal Thich Nhat Hanh: “Kegembiraan anda bisa menjadi sumber senyum anda, tetapi terkadang, senyum anda bisa menjadi sumber kegembiraan anda.”(nspirement)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI