Budi Pekerti

Si Buta Menyalakan Lentera

Bhiksu menyalakan lentera @Pixabay
Bhiksu menyalakan lentera @Pixabay

Di malam yang gelap, seorang bhiksu yang telah lama berkelana mencari Sang Budha, tiba disebuah desa yang terpencil. Sampai disana dia bertemu dengan seorang penduduk desa, dan berkata padanya bahwa ia ingin mencari penginapan, dan penduduk desa itu akan mengantarkan kesana.

Karena hari sudah larut malam, jalanan desa sangat gelap, sama sekali tidak dapat melihat pintu rumah penduduk, tetapi di jalanan masih ada orang yang berjalan.

Bhiksu memasuki sebuah gang kecil, dia melihat sebuah cahaya kuning yang tidak begitu terang, dari gang yang sepi semakin lama semakin dekat. Seorang penduduk desa berkata, “Si Buta sudah datang.” Si Buta? Bhiksu tertegun, lalu dia bertanya kepada penduduk yang berada disampingnya, “Orang yang membawa lentera itu, benarkah dia buta?”

Orang tersebut menjawab ya dengan nada tegas.

Bhiksu sangat bingung mendengar jawaban orang tersebut. Seorang yang matanya buta, dia sama sekali tidak bisa membedakan siang dan malam, dia tidak dapat melihat gunung yang tinggi, air yang mengalir, tidak dapat melihat keindahan dunia yang beraneka ragam, dia sama sekali tidak tahu bagaimana bentuk lentera, lalu kenapa dia memilih membawa sebuah lentera, untuk apa?”

Lentera tersebut semakin lama semakin mendekat, sinarnya yang kekuningan, semakin lama semakin jelas, akhirnya sinarnya terjatuh di sepatu bhiksu, bhiksu yang kebingungan ini lalu bertanya kepada si Buta, “Maaf, Bolehkah saya bertanya, apakah engkau seorang buta?”

Orang buta yang memegang lentera tersebut berkata, “Benar, sejak saya dilahirkan didunia ini, sepasang mata saya sudah tidak bisa melihat apa-apa.”

Bhiksu bertanya lagi, “Kalau memang engkau tidak bisa melihat, kenapa engkau membawa lentera?”

Orang buta ini menjawab, “Sekarang hari telah gelap benarkah? Saya dengar, jika malam hari tidak ada sinar lampu, maka orang di dunia ini akan sama dengan saya tidak bisa melihat apapun, oleh sebab itu saya menyalakan dan membawa lentera.”

Bhiksu sekarang mulai mengerti bertanya lagi, “Oh rupanya engkau ingin menerangi orang lain, benarkah?”

Tetapi si Buta menjawab, “Tidak, saya berbuat demikian untuk diri saya sendiri!”

“Demi dirimu sendiri?” bhiksu bingung mendengar jawaban sibuta.

Si Buta dengan tenang menjawab, “Bila jalan sangat gelap, dan ketika berjalan di jalanan engkau bisa tersenggol oleh orang lain, bukankah demikian?”

Bhiksu menjawab, “Benar, seperti tadi, saya tidak berhati-hati telah 2 kali disenggol orang.”

Si Buta setelah mendengar perkataan bhiksu, dengan tenang menjawab, “Tetapi saya tidak demikian, walaupun saya buta, tidak dapat melihat apapun, tetapi saya menyalakan lentera ini, demi menerangi jalan untuk orang lain, juga supaya orang lain dapat melihat saya. Dengan demikian maka mereka tidak menyenggol saya.”

Bhiksu setelah mendengar jawabannya, segera sadar. Sambil memandang ke langit dia menarik nafas berkata, “Saya telah mengelilingi dunia, mencari sang Budha, saya tidak sangka Budha di sisi saya. Rupanya sifat Budha adalah seperti sebuah lentera, hanya kita menyalakannya, walaupun kita tidak dapat melihat Budha, tetapi Budha dapat melihat kita!”

Demi orang lain menyalakan lentera didalam jiwa kita! Dengan demikian, di malam hari didalam kehidupan kita, kita dapat menemukan kedamaian dan keindahan. (Minghuischool)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI