Budi Pekerti

Takut Ditipu

Pria menunggang kuda @Canva Pro
Pria menunggang kuda @Canva Pro

Ada seorang Arab yang bernama Baidul, memiliki seekor kuda yang gagah. Dan seorang yang berasal dari keturunan pengembara yang bernama Daihol, sangat menginginkan kuda dari Baidul.

Dia rela menjual unta dan segala kekayaannya untuk mendapatkan kuda tersebut, tetapi Baidul tidak ingin berpisah dengan kudanya.

Sedangkan Daihol sudah bertekad akan mendapatkan kuda yang bagus ini; lalu dia mulai merencanakan berbagai strategi untuk mendapatkannya.

Dia menunggu kesempatan yang baik, pada suatu hari, dia menggunakan obat herbal melumuri seluruh wajahnya, memakai baju compang camping, dia menyamar menjadi seorang pengemis yang sakit keras, berbaring di sebuah jalan yang pasti akan dilalui oleh Baidul.

Tidak berapa lama kemudian, Baidul menaiki kudanya yang gagah berjalan mendekat. Daihol yang menyamar menjadi pengemis mulai berteriak dengan suara lemah memohon bantuan berkata, “Saya ada seorang asing yang menyedihkan, saya dalam keadaan sakit, sudah beberapa hari tidak bisa berjalan meninggalkan tempat ini mencari makanan. Saya sudah akan meninggal, apakah engkau mau menolong saya? Tuhan akan membalas segala kebaikanmu.”

Baidul yang baik hati mendengar semua keluhannya, lalu tanpa sangsi turun dari kudanya, bermaksud akan membawanya ke sebuah tempat supaya dia bisa dirawat dengan baik, sedangkan Daihol yang licik berkata, “Saya tidak dapat berdiri, saya tidak bertenaga lagi. Saya memerlukan bantuanmu.” Baidul dengan susah payah memapah Daihol naik ke atas pelana kudanya.

Begitu Daihol berada diatas pelana kuda, dia langsung memegang kendali kuda dan melarikan kudanya dengan kencang serta berseru, “Akhirnya saya memiliki kudamu!”

Baidul berseru kepada Daihol menyuruhnya berhenti sebentar mendengarkan perkataannya.

Daihol yakin Baidul sudah tidak dapat mengejarnya, lalu menghentikan kudanya berbalik menghadap Baidul mendengarkan apa yang akan dikatakannya.

Baidul dengan lembut berkata, “ Akhirnya engkau berhasil merebut kuda saya, tetapi mungkin ini adalah kehendak Tuhan, baik-baiklah engkau menjaganya; dan yang paling penting saya mohon kepadamu jangan memberitahukan kepada orang lain bagaimana cara engkau mendapatkan kuda ini.”

Daihol dengan heran bertanya, “Kenapa begitu?”

Baidul menjawab, “Karena, mungkin suatu hari ada seseorang yang sakit yang memerlukan bantuan, seperti engkau tadi memohon bantuan, dan orang yang mau membantu karena takut seperti saya di bohongi tidak mempunyai keberanian melakukan hal baik ini untuk menolong.”

Perkataan Baidul yang tulus ini membuat Daihol merasa malu seluruh wajahnya memerah. Setelah berpikir beberapa saat akhirnya dia meloncat turun dari pelana kuda, membawa kuda kehadapan Baidul dan mengembalikannya kepadanya, serta mengucapkan terima kasih atas pengarahannya sehingga dia menjadi sadar.

Baidul dengan lapang dada membawa Daiho pulang ke rumahnya, mengajaknya makan, mulai dari saat itu mereka berdua menjadi teman baik yang sama-sama mencintai kuda.(minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI