Budi Pekerti

Tercerahkan setelah Memahami Makna dari “Ular yang Sangat Berbisa”

Alkisah pada jaman dahulu kala di India, Buddha dan seorang muridnya yang bernama Ananda sedang berjalan di daerah pedalaman yang masih penuh hutan belantara. Di pinggir suatu ladang, mereka tiba-tiba melihat setumpuk benda yang bercahaya. Buddha berkata kepada Ananda: “Lihat, ada seekor ular besar yang beracun.” Ananda menjawab: ”Guru, itu adalah seekor ular yang sangat berbisa.”

Pada waktu itu, seorang petani sedang bekerja di ladang dan mendengar percakapan antara Sang Buddha dan Ananda. Dia berpikir: “Aku harus pergi dan mencari tahu ular apa yang mereka lihat.” Alilh-alih melihat ular, ia justru melihat setumpuk emas. Tanpa pikir panjang mengenai siapa pemilik emas itu, dia memasukkan tumpukan emas tersebut ke dalam tasnya dan membawanya pulang.

Petani itu telah lama hidup dalam kemiskinan dan selalu kekurangan sandang dan pangan. Setelah mengambil emas itu, dia menjadi kaya mendadak, kerap membeli makanan lezat dan mengenakan pakaian yang mewah. Dia memiliki semua yang dia inginkan.

Berita tentang petani yang menemukan kekayaan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Raja meragukan asal muasal kekayaan petani itu, ia tak percaya yang si petani katakan, jadi dia menangkap dan menjebloskan petani itu ke penjara. Meskipun petani itu awalnya terlihat sangat beruntung, tapi ternyata hal itu telah membuatnya kehilangan kebebasan.

Petani itu mengingat keserakahannya akan harta karena mengambil setumpuk emas itu dan menyesal. Dia berulangkali berkata kepada dirinya sendiri di penjara: “Guru berkata bahwa itu adalah ular beracun. Ananda berkata itu adalah ular yang sangat berbisa!” Kepala penjara melaporkan perkataan petani itu kepada Raja.

Raja memanggil petani itu dan bertanya kepadanya, “Mengapa kamu berkata, Guru berkata itu adalah ular beracun dan Ananda berkata itu adalah ular yang sangat berbisa?” Petani itu menjawab: “Pada hari itu, saya bekerja diladang dan mendengar Sang Buddha berbicara dengan Ananda mengenai ular. Sekarang, saya baru mengerti apa itu ular yang sangat berbisa.”

Petani itu telah dibutakan oleh keserakahannya sendiri dan terpesona oleh harta kekayaan. Dengan harta yang tidak halal itu dia telah berfoya-foya memuaskan dirinya dengan tak terkendali, dia akhirnya mengerti bahwa emas itu adalah benar-benar seperti seekor ular yang sangat berbisa.

Raja, yang juga percaya kepada Dharma, mendengarkan jawaban petani itu dan tahu bahwa dia telah sungguh-sungguh menyesal. Raja mengampuninya karena dia telah mendapat pencerahan. (visiontimes/th/ch)