Ada seorang pemuda, yang sedang menunggang kuda, dengan muatan penuh buah mangga, di dalam kantung terbuka, dan ditaruh di kedua sisi tubuh kudanya.
Dia memacu kudanya. Setiap kali ada buah mangga yang jatuh, dia akan berhenti untuk memungut mangga yang jatuh tersebut, dan kemudian melanjutkan perjalanannya.
Dia melihat seorang lelaki tua dalam perjalanan dan bertanya kepadanya,
“Kakek, saya sedang menuju ke gerbang kota, tahukah kakek, berapa lama lagi, sampai saya bisa tiba di pintu gerbang kota?”
Lelaki itu memandangi beban yang berat di atas kuda si pemuda dan berkata:
“Jika kamu berjalan perlahan, kamu bisa mencapainya dalam 3 jam. Jika berlari lebih cepat, kamu akan tiba tengah malam.”
Pemuda itu terkejut dan merasa kalau kata-kata kakek tua itu aneh.
Namun, karena dia sedang terburu-buru, dia segera memacu kudanya.
Saat kudanya berlari cepat, buah-buah mangga yang dia bawa akan berjatuhan satu persatu, dan setiap kali, dia akan berhenti untuk memungut buah mangganya yang jatuh.
Benar saja, saat tengah malam, dia baru tiba di gerbang kota, dan saat itu dia baru menyadari, apa maksud dari kata-kata Kakek tua tersebut.
Tergesa-gesa dan sembrono dalam melakukan sesuatu, akan mendatangkan hasil yang sama dengan bermalas-malasan.
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
