Tujuan Terakhir dari Paham Komunis

Tujuan Akhir dari Paham Komunis (5): PKT: Tetap Jahat Walau Berubah Ribuan Kali

“Tujuan Terakhir dari Paham Komunis” (5)

Bab 2. Konspirasi Iblis Merah dalam Menghancurkan Seluruh Umat Manusia (Akhir)

Daftar Isi:

3. PKT: Tetap Jahat Walau Berubah Ribuan Kali

a. Tiga Dekade Awal dan Setelahnya: Setali Tiga Uang

b. Menghancurkan Kebudayaan, Merusak Moralitas: Terangkai Menjadi Satu

4. Memberi sedikit rasa manis terlebih dulu, kemudian barulah dibuat menelan penderitaan

5. Terungkapnya Fakta “Buruh dan Petani tetap saja menderita”

6. Tujuan Terakhir dari Paham Komunis: Menghancurkan Seluruh Umat Manusia

*****

3. PKT: Tetap Jahat Walau Berubah Ribuan Kali

Ada orang akan bertanya, Tiongkok sudah mengalami perubahan yang begitu besar, PKT yang sekarang apakah masih merupakan PKT yang kemarin?

Kita dengan berdiri di atas sebuah kerangka kerja yang lebih besar, dari sudut pandang utama “mempropagandakan Ateisme dan Filosofi Pertarungan, Menipu – Bertarung – Membunuh, menghancurkan kebudayaan tradisional, dan merusak moralitas” untuk melihat-lihat apakah partai komunis Tiongkok telah berubah atau belum.

a. Tiga Dekade Awal dan Setelahnya: Setali Tiga Uang

Tiga dekade awal, “Garis Haluan merupakan kunci penting”, menggunakan topik Haluan untuk melakukan pertarungan kekuasaan secara besar-besaran; beberapa dekade setelahnya, juga sama memainkan pertunjukan politik kotak hitam “perebutan kursi pimpinan partai” antar faksi;

Tiga dekade awal, “Kobarkan Revolusi, dorong produksi”, “Ketika terjadi Pertarungan Kelas, Revolusi barulah efektif”, musuh kelas yang berhasil tergali semakin banyak, badan pemerintah berubah semakin gemuk; beberapa dekade setelahnya, adalah menggunakan ekonomi untuk melindungi legitimasi rezim, mengejar supremasi GDP yang berdarah-darah, tanpa mempedulikan kehidupan rakyat dan lingkungan, hanya demi memperoleh kekuasaan dan kekayaan;

Tiga dekade awal, rakyat dibuat benci dan dendam pada “kaum reaksioner Kuomintang”, benci dan dendam pada “serigala imperialisme Amerika”; beberapa dekade setelahnya, rakyat dibuat benci dan dendam pada konsep ‘Kebebasan’ dan ‘Demokrasi’ Barat, benci dan dendam pada nilai-nilai universal Sejati – Baik – Sabar;

Tiga dekade awal, “Bertarung dengan Langit, Bertarung dengan Bumi”, “Berani Mengganti Langit Baru”, mengubah bentuk gunung dan sungai, merusak alam; beberapa dekade setelahnya, demi kekayaan dan kemakmuran, mengejar keuntungan instan, mencemari lingkungan, memboroskan modal bertahan hidup dari anak cucu generasi berikutnya;

Tiga dekade awal, ada gerakan “Tiga Anti”, “Lima Anti”, “Lompatan Jauh ke Depan”, “Anti Kanan”, “Hancurkan Empat Kuno”, “Revolusi Kebudayaan”, “Menyerang Balik Pandangan Sesat Pembelot Kanan”, dan berbagai macam gerakan politik lainnya; beberapa dekade setelahnya, ada gerakan “Anti Polusi Spiritual”, “Anti Liberalisasi”, penindasan gerakan massa di Tiananmen, menganiaya Falun Gong, menindas perlindungan hak masyarakat, perang melawan pengacara HAM, dan berbagai macam gerakan lainnya;

Tiga dekade awal, menghasut suami istri saling curiga, ayah anak saling menyingkap, menciptakan tragedi tatanan hidup manusia, menghasut rakyat saling melapor, sehingga orang-orang saling bermusuhan; beberapa dekade setelahnya, terjadi apa yang disebut “Mengungkap dan Mengkritik” Falun Gong, yang lebih parah dari sebelumnya. Membuka banyak sekali kelas cuci otak, memanfaatkan ikatan keluarga – lowongan kerja – gaji – tempat tinggal untuk mengancam, dan mengubah orang secara paksa;

Tiga dekade awal, dengan mengatas-namakan ‘Kediktatoran Proletariat’ telah merekayasa banyak sekali tuduhan palsu, membunuh begitu banyak nyawa yang tidak bersalah; beberapa dekade setelahnya, terjadi pengambilan organ hidup-hidup dari praktisi Falun Gong dan organ para tahanan hati nurani demi keuntungan, lebih parahnya lagi ini merupakan kejahatan yang belum pernah ada di atas muka bumi;

Tiga dekade awal, menyembah foto Mao yang tergantung di atas dinding; beberapa dekade setelahnya, menyembah foto Mao yang tercetak di atas lembaran uang Yuan, ini semua adalah perilaku kotor yang menjauhkan diri dari Tuhan;

Tiga dekade awal, menggunakan Ateisme untuk mencuci otak, menyanyikan “Mari kita hapuskan masa lalu”; beberapa dekade setelahnya, saat menganiaya kepercayaan tradisional rakyat telah meluncurkan sebuah propaganda Ateis, yaitu menggunakan gada ilmu pengetahuan untuk menyerang kepercayaan tradisional, tingkat kejahatan dari propaganda media ini, dari koran – radio – televisi, sampai internet yang menjangkau seluruh dunia, boleh dikatakan melampaui semua kejahatan yang pernah ada;

*Mari kita hapuskan masa lalu; petikan syair lagu Internasionale

Tiga dekade awal, menggunakan ‘Pertarungan’ untuk mencekik kemanusiaan, manusia dibuat tidak berani berkata jujur, kebohongan dan kata-kata palsu memenuhi jalanan; beberapa dekade setelahnya, lebih parah lagi telah meledak “krisis integritas”, barang-barang palsu ada di mana-mana, makanan beracun menjadi hal lazim. Rokok palsu – arak palsu – bubuk susu palsu – tiket kereta palsu – ijazah palsu…, hampir semua produk yang dapat dibeli, dokumen berharga dan lisensi, semuanya ada yang palsu. Memanfaatkan teknologi tinggi untuk menghasilkan berbagai macam produk beracun, adalah kejahatan yang tidak pernah terbayangkan oleh orang di tiga dekade awal;

Tiga dekade awal, ada kebohongan konyol “lahan 1/15 hektar menghasilkan puluhan ribu kati”; beberapa dekade setelahnya, ada kebohongan “bakar diri di Tiananmen”, yang telah menipu entah berapa banyak orang, dan mengaduk-aduk betapa banyak kebencian dan dendam;

*kati = 0,5 kg

Tiga dekade awal, menutup negara rapat-rapat, untuk menerapkan pemerintahan satu partai; beberapa dekade setelahnya, menerapkan blokade informasi internet, menyaring kata sensitif, dan mengawasi sistem identitas pengguna;

Tiga dekade awal, menghancurkan kuil Konfusius, merusak kebudayaan tradisional; beberapa dekade setelahnya, merenovasi kuil Konfusius, karena kuil Konfusius dapat mengembangkan ekonomi pariwisata untuk mengeruk uang, sekaligus menginjak-nginjak kebudayaan tradisional;

Tiga dekade awal, meletakkan politik di atas segalanya, merusak kepercayaan tradisional, menggunakan cara-cara politik untuk mengatur ekonomi, sehingga muncul krisis ekonomi yang hampir menghantar Tiongkok ke ambang kehancuran; beberapa dekade setelahnya, ‘Segala Sesuatu Diukur dengan Uang’, menggunakan cara-cara ekonomi untuk mengatur politik, menggunakan pengejaran harta duniawi dan kekacauan seksual untuk mengisi kehampaan akibat hilangnya kepercayaan, sehingga menghantarkan krisis moralitas yang sangat mengguncang.

Sebenarnya, di dalam krisis ekonomi yang terdahulu, tersembunyi krisis moralitas, hanya saja tiba saat ini ketika terjadi arus silang pengejaran nafsu barulah secara total meledak keluar; krisis moralitas hari ini juga tersembunyi krisis ekonomi. Ekonomi adalah aktivitas manusia, sedangkan manusia adalah dikendalikan oleh moralitas, oleh karena itu ekonomi biar bagaimana pun juga adalah dikendalikan oleh moralitas dan tingkat kepercayaan (Trust). Tanpa ekonomi yang berdasarkan moralitas, pasti tidak dapat berjalan jauh, meledaknya krisis juga hanya merupakan persoalan cepat atau lambat saja.

……

Kita dapat terus memperbandingkan, akan tetapi sudah tidak ada gunanya lagi. Cara-cara dari rezim PKT akan terus berubah, namun esensinya yang jahat dan tujuan terakhirnya tidak akan berubah, bahkan selamanya tidak akan berubah.

b. Menghancurkan Kebudayaan, Merusak Moralitas: Terangkai Menjadi Satu

Dengan meneliti PKT di tiga dekade awal dan setelahnya, gerakan menghancurkan kebudayaan dan merusak moralitas, dari awal sampai akhir selalu menjadi inti dari kejahatan roh jahat komunis terhadap bangsa Tionghoa. Kebudayaan dan moralitas adalah saling berhubungan, erat bagaikan bibir dan gigi. Kerusakkan kebudayaan tradisional, akan menghantar masyarakat menuju degradasi moral; sebaliknya, degradasi moral juga akan secara langsung mempengaruhi kebudayaan, yaitu mengiring kebudayaan selangkah lebih cepat mengalami mutasi. Setelah keduanya membentuk siklus lingkaran setan, maka akan mengakibatkan perilaku dan standar moral, secara bersamaan jatuh terperosok. Apa yang dulunya dianggap sebagai hal yang tidak bermoral, malah diangglangiap hal yang “sesuai dengan prinsip Langit dan Bumi” ——– sebagai sebuah “Kondisi Normal yang Baru”.

Dahulu ketika melihat ada orang mencuri, maka akan ada orang melangkah ke depan dengan berani, kalau sekarang mungkin akan menyalahkan si korban pencurian karena tidak berhati-hati; dahulu ketika melihat ada orang berhubungan di luar pernikahan, orang-orang akan memandang rendah orang semacam ini, kalau sekarang ketika melihat para pejabat menikahi istri kedua, istri ketiga, mungkin akan menggerutu kenapa diri sendiri tidak mampu demikian; dahulu ketika melihat orang tua terjatuh, orang-orang akan tanpa keraguan mengangkat orang tua tersebut, kalau sekarang mungkin tidak akan berani membantu karena takut disalahkan; dahulu kalangan terpelajar ketika melihat ada orang melakukan plagiat, akan marah atas ketidakadilan ini, kalau sekarang mungkin akan ikut serta, terbawa arus secara membabi buta.

Siapa yang telah mencuri kebaikan hati nurani kita?

Tepatnya adalah partai komunis Tiongkok. Pengrusakkan PKT terhadap kebudayaan tradisional, telah menghantarkan degradasi moral, dan melahirkan lingkungan jahat sekarang ini yang acuan kebudayaan dan moralitasnya jatuh terperosok secara bersamaan. Orang-orang yang hidup di tengah kebudayaan mutan semacam ini, sudah sangat sulit dapat mendeteksi jatuhnya standar moralitas.

Ada pepatah, ‘semua manusia memiliki sifat kebuddhaan dan sifat keiblisan’, artinya dalam lubuk hati manusia, semuanya memiliki dua sisi Baik dan Jahat. Kebaikan anda ada berapa banyak yang berasal dari didikan cuci otak Ateisme partai komunis Tiongkok, atau yang merupakan hasil indoktrinasi di tengah pertarungan manusia mengubah manusia yang lain, atau yang membubung ke atas di tengah proses kilat mengejar gelar “manusia maju” itu? Sedikit pun tidak ada.

Kebaikan anda berasal dari sifat bawaan lahir anda, berasal dari genetika dan kristalisasi kebudayaan yang diwariskan di dalam tulang anda, dan juga berasal dari keluarga dan orang lain yang diwariskan melalui keteladanan. Kebaikan anda bukanlah diberikan oleh partai komunis Tiongkok kepada anda. Jika anda merasa diri sendiri masih memiliki kebaikan, namun membantu partai komunis Tiongkok bersolek dengan mengatakan bahwa partai komunis Tiongkok telah menciptakan kebaikan bagi anda, maka anda telah ditipu oleh partai komunis Tiongkok. Roh jahat komunis justru ingin agar secercah kebaikan dan sebidang moralitas yang masih eksis dalam lubuk hati anda itu, sepenuhnya rusak dan sirna bagai kepulan asap, dengan demikian PKT barulah puas.

(Sumber Dajiyuan)

Untuk membaca bagian lain, silahkan klik di sini.

Tonton di Youtube, silahkan klik di sini.