Tujuan Terakhir dari Paham Komunis

Tujuan Terakhir dari Paham Komunis (14): Kejahatan Paling Biadab

“Tujuan Terakhir dari Paham Komunis” (14)

6. Kejahatan Paling Biadab

a. Menganiaya Falun Gong

Setelah Revolusi Kebudayaan, orang-orang mendambakan tubuh sehat, sehingga mulai melakukan latihan fisik. Ajaran kuno seperti Wuqinxi [Qigong Lima Hewan], Taijiquan [Pukulan Taiji], Yijin Jing [Kitab Pengubah Otot], dan metode Qigong lainnya, secara diam-diam mulai bangkit, dengan sangat cepat telah menjadi Demam Qigong. Pada musim semi 1992, Guru Li Hongzhi memperkenalkan Falun Gong yang berprinsip pada “Sejati – Baik – Sabar [Zhen – Shan – Ren]”, yang juga disebut Falun Dafa. Latihan Falun Dafa sederhana dan mudah, dimulai dari menghalau penyakit menyehatkan tubuh, hanya dalam waktu singkat beberapa tahun, lewat penyebaran mulut ke mulut, telah ada ratusan juta orang ikut berlatih Falun Dafa, memenuhi seluruh Tiongkok, luas tersebar di seluruh dunia.

Falun Gong mengembalikan hati manusia ke jalan lurus, praktisi Falun Gong berkultivasi kebajikan, dengan giat memurnikan diri, kembali ke kepercayaan pada Dewa dan Buddha, hal ini bagi roh jahat bagaikan duri di dalam mata; sebab lainnya adalah karena penyebaran Falun Gong telah membangkitkan kembali kepercayaan spiritual seluruh masyarakat dan moralitas membubung tinggi. Selain itu prinsip “Sejati – Baik – Sabar [Zhen – Shan – Ren]” juga berisikan sari pati Kebudayaan Tradisional Tiongkok. Seiring dengan tersebar luasnya Falun Dafa, semakin banyak orang yang memasuki jalan kultivasi, hal ini membawa umat manusia kembali ke jalan lurus, dan mengiring dunia kembali ke Era Keemasan.

Tujuan terakhir dari roh jahat PKT adalah memusnahkan kebudayaan dan moralitas, untuk menghalangi manusia memperoleh penyelamatan dari Sang Pencipta. Maka tentu saja ia mencap Falun Gong sebagai musuh utamanya.

Pada bulan Juli 1999, mantan pemimpin PKT Jiang Zemin dengan tidak sabaran telah meluncurkan penganiayaan terhadap Falun Dafa dan para praktisinya secara menyeluruh. Dafa memperlakukan seluruh kehidupan dengan kebajikan, termasuk kehidupan yang negatif, juga pernah berulang kali memberi mereka kesempatan, agar mereka melepaskan rasa permusuhan, dan memperoleh kehidupan baru. Tetapi roh jahat komunis bersikeras bermusuhan dengan Dafa dan para praktisinya, maka tidak terhindarkan lagi, ini ibarat sedang menggali kubur sendiri.

Ia memobilisasi semua Media Massa – Keamanan Publik – Polisi Bersenjata, untuk menyebarkan rumor – menangkap – memenjarakan para praktisi Falun Dafa. Jiang Zemin dalam pemaparan penganiayaan Falun Gong di Konferensi Kerja Sentral dengan arogan menyatakan: “Aku sungguh tidak percaya PKT tidak dapat menaklukkan Falun Gong!”

Jika partai komunis Tiongkok tidak memiliki akumulasi teror pembantaian dan pengalaman mengubah paksa manusia selama beberapa dekade, apakah penganiayaan Falun Gong dapat demikian saja dilakukan? Praktisi Falun Gong berkultivasi kebajikan, tubuh pun menjadi sehat, kala itu ada seratusan juta praktisi Falun Gong, jika digabung dengan teman dan kerabat setiap praktisi, itu adalah sebuah komunitas yang luar biasa besarnya. Lantas mengapa bisa ditindas begitu saja? Perintah Jiang Zemin untuk “Merusak nama baik, memutus jalur ekonomi, memusnahkan tubuh fisik” praktisi, justru merupakan ledakan kejahatan yang dikumpulkan PKT selama beberapa dekade. Pembantaian selama beberapa dekade telah menciptakan lingkungan teror, sehingga PKT walau tidak membantai secara terbuka dalam skala besar, juga dapat menjalankan babak penganiayaan ini.

Roh jahat komunis secara efektif menggunakan taktik ekonomi untuk membelenggu negara bebas, sehingga membuatnya tidak berdaya menghentikan kebijakan penganiayaan PKT, di lain sisi pembantaian dan penganiayaan juga berjalan secara diam-diam. Praktisi Falun Dafa yang tak terhitung jumlahnya secara ilegal dijatuhi hukuman, dipenjara, dibunuh, bahkan dirampas organnya secara hidup-hidup, namun banyak orang yang tidak tahu tentang hal ini. Banyak orang selama bertahun-tahun di bawah tekanan – cuci otak – pembantaian PKT, hanya bisa diam ketakutan, berubah menjadi acuh tak acuh, penganiayaan ini seakan tidak terlihat, bahkan mengingkari nurani dengan menuruti dan ikut serta menganiaya, tanpa menyadari bahwa diri mereka telah diseret di atas ‘Jalan Kemusnahan’.

Kami terutama ingin meminta pembaca memerhatikan dan memikirkan sebuah fenomena yang membingungkan: Banyak pengikut Dafa yang ditahan di pusat tahanan, kamp kerja paksa, dan penjara, pernah berhadapan dengan tuntutan serupa, terutama di periode awal penganiayaan, yaitu asalkan mereka bersedia menandatangani “Surat Jaminan” – “Surat Penyesalan” tidak lagi berkultivasi, serta “Mengungkap dan Mengkritik” Falun Gong, maka semua siksaan dan tindakan kejam segera akan dihentikan, bahkan ada yang langsung dilepaskan pulang ke rumah.

Keanehan dari fenomena ini terletak di sini, dalam gerakan-gerakan politik PKT di masa lalu, walau korban serangan menundukkan kepala mengakui dosa, juga tetap akan mengalami Penghakiman Publik, dipenjara, disiksa bahkan dijatuhi hukuman mati, sama sekali tidak dapat membebaskan diri. Sedangkan praktisi Falun Gong yang mengalami siksaan, mengapa dapat memperoleh kebebasan dan malah kelihatannya diri sendiri dapat memutuskan. Apakah jangan-jangan PKT telah berubah menjadi baik? Jawabannya tentu saja adalah tidak.

Terhadap semua praktisi Falun Gong yang teguh, berbagai macam siksaan yang melampaui kemampuan deskripsi bahasa umat manusia, telah berulang kali digunakan. Ditinjau dari jenis, tingkatan, dan luasnya skala penyiksaan, kebrutalan dan kejahatan PKT sama sekali tidak berubah sedikit pun, bahkan berubah semakin buruk, namun asalkan praktisi Falun Gong melepaskan kultivasinya, maka PKT langsung tampak bersikap lunak. Ini justru sekali lagi membuktikan bahwa tujuan PKT adalah demi memusnahkan manusia seutuhnya. Tidak sekedar memusnahkan tubuh fisik manusia, tapi juga ingin memusnahkan jiwa manusia. Di satu sisi, ini adalah timbul dari kebencian roh jahat terhadap Tuhan. Di sisi lain, ini juga karena penyebaran Falun Gong telah membangkitkan kembali kepercayaan spiritual seluruh masyarakat dan meningkatkan moralitas, selain itu prinsip “Sejati – Baik – Sabar [Zhen – Shan – Ren]” juga berisikan sari pati dari Kebudayaan Tradisional Tiongkok. Selaku roh jahat PKT yang mempunyai tujuan terakhir menghalangi manusia memperoleh penyelamatan dari Sang Pencipta, melalui penghancuran kebudayaan dan moralitas, maka tentu saja akan menganggap Falun Gong sebagai musuh utama.

b. Merampas Organ Praktisi Falun Dafa Hidup-hidup

Roh jahat komunis telah berhasil mengumpulkan metode penganiayaan zaman dulu hingga sekarang, luar maupun dalam negeri, bahkan telah melampaui segala metode ini, yaitu dengan merampas organ praktisi Falun Gong hidup-hidup, telah menggunakan metode paling jahat yang belum pernah ada di atas bumi, untuk menganiaya dan menyiksa praktisi Falun Gong hingga mati.

Di mata roh jahat komunis, keyakinan teguh dan keberanian dari praktisi Falun Gong telah membuat banyak metode penganiayaan mereka yang piawai dan tepat sasaran, menjadi kehilangan efeknya. Terutama menghadapi praktisi Falun Gong yang tidak dapat ditransformasi dan membuat mereka kehabisan jurus itu, maka perampasan organ hidup-hidup ini menjadi jurus yang sangat penting bagi PKT. Keuntungan ekonominya yang maha besar tidak saja dapat mempertahankan penganiayaan, juga menarik orang-orang dari seluruh dunia untuk datang ke Tiongkok menjalani transplantasi organ demi bertahan hidup. Menggunakan uang untuk membeli organ hidup praktisi Falun Dafa, sebenarnya ini juga sedang membantu PKT dalam membunuh manusia. Ini juga persis seperti apa yang diinginkan oleh roh jahat, tujuannya untuk memusnahkan manusia seluruh dunia semakin dekat.

Pada tanggal 7 Juli 2006, pengacara HAM Kanada David Matas dan mantan anggota parlemen Kanada David Kilgour untuk pertama kalinya mempublikasikan “Bloody Harvest: Laporan Investigasi Terkait Tuduhan PKT Mengambil Organ Praktisi Falun Gong.” Laporan tersebut, atas dasar 18 bukti telah memverifikasi, bahwa tindak kejahatan PKT mengambil organ dari tubuh hidup praktisi Falun Gong adalah sungguh eksis, bahkan disebut-sebut sebagai “kejahatan yang belum pernah ada sebelumnya di planet bumi ini”. Melalui kerja sama para penyidik internasional, pada bulan Juni 2016, “Laporan Investigasi ‘Bloody Harvest’ dan ‘The Slaughter’ yang telah diperbaharui” akhirnya dipublikasikan. Laporan dengan tebal 680 halaman dan hampir 2400 artikel referensi ini, telah mengungkap hakikat sebenarnya dari kejahatan perampasan organ hidup-hidup PKT dan skalanya yang sangat mengejutkan.

Pada tanggal 13 Juni 2016, berdasarkan semua investigasi dan bukti yang terkumpul, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika dengan suara bulat mengeluarkan Resolusi 343, yang mengutuk PKT atas perampasan organ praktisi Falun Gong dan Tahanan Hati Nurani, menuntut agar persoalan penyalah-gunaan transplantasi organ PKT ini segera dilakukan investigasi yang terpercaya, transparan, dan independen. Masyarakat negara bebas akhirnya mulai dapat mengenali taraf kejahatan dari penganiayaan PKT terhadap Falun Dafa dan para praktisinya.

*H.Res.343 – Expressing concern regarding persistent and credible reports of systematic, state-sanctioned organ harvesting from non-consenting prisoners of conscience in the People’s Republic of China, including from large numbers of Falun Gong practitioners and members of other religious and ethnic minority groups.

Kesimpulan

Dalam seratus tahun terakhir, paham komunis dalam lingkup duniawi telah menyebabkan kematian lebih dari 100 juta jiwa. Di Soviet Rusia dan Tembok Berlin, ada begitu banyak roh penasaran yang masih berkeliaran, karena belum mendapat doa keselamatan; rezim komunis lainnya yang mendapat dukungan dari Soviet Rusia dan PKT, membunuh begitu banyak rakyat negaranya sendiri! Kamboja, sebuah negara yang begitu kecil, namun jutaan rakyatnya telah disiksa hingga mati oleh rezim komunis Pol Pot. Tumpukan tulang belulang di dalam lubang kuburan massal menjadi catatan sejarah kejahatan pembantaian dari iblis merah komunis. Baru-baru ini pemimpin partai totaliter komunis Korea Utara di tengah hari cerah, telah menyiksa mati anggota keluarga sendiri dalam internal partai termasuk juga para rakyat biasa, bahkan mengancam dunia dengan perang Nuklir. Sejarah dari paham komunis tepatnya adalah catatan sejarah pembunuhan manusia, setiap lembar halamannya penuh dengan noda darah manusia, semuanya mencatat tindak kejahatan roh jahat komunis yang selama ratusan tahun ini ketagihan membunuh di sepanjang jalan.

Bab ini mengungkap fakta PKT yang dipenuhi sejarah pembunuhan manusia dan pengrusakkan kebudayaan yang dilakukannya, sama sekali bukan hanya untuk mengungkap pembantaian dan pengrusakan itu sendiri, tapi untuk membuktikan bahwa dua macam taktik ini sebenarnya merupakan taktik roh jahat komunis dalam memusnahkan umat manusia. Saat yang sama juga ingin mengungkap konsekuensi yang dapat terlihat manusia dan bagian akhir mengerikan yang sementara ini belum dapat terlihat oleh manusia.

Dalam gelombang besar hancurnya Kebudayaan Tradisional dan rusaknya moralitas, banyak manusia yang terseret oleh arus, sudah kehilangan kemampuan untuk dapat memahami perintah Tuhan di masa terakhir, dan akan menghadapi akhir kehancuran total. Tetapi ada berapa banyak manusia yang dapat menyadari bahwa bencana besar sudah di depan mata?

Kejahatan PKT yang tidak menghiraukan belas kasih Tuhan dan bertindak seenaknya, faktanya sudah melangkah hingga tahap yang paling akhir. Perbuatan Baik dan Jahat akan ada balasannya, Kejahatan tidak bisa mengalahkan Kebaikan, adalah prinsip abadi dalam alam semesta. Bagi manusia di dunia, mempertahankan kemurnian dan sifat baik hati, memegang erat standar moral dan nilai-nilai yang ditanamkan Tuhan kepada umat manusia, melangkah kembali ke jalan tradisional, itu semua barulah jaminan bagi manusia untuk dapat melewati Bencana Besar Hidup dan Mati. (Bersambung)

Untuk membaca bagian lain, silahkan klik di sini.

Tonton di Youtube, silahkan klik di sini.