Tujuan Terakhir dari Paham Komunis

Tujuan Terakhir dari Paham Komunis (19): Menutup Jalan Surga, Membuka Lebar Pintu Neraka

“Tujuan Terakhir dari Paham Komunis” (19)

4. Menutup Rapat Jalan Surga, Membuka Lebar Pintu Neraka

a. Orang Jahat Disokong Tinggi, Orang Baik Diinjak-injak

Dalam proses munculnya pemimpin partai komunis, eksis mekanisme “Si Busuk Menang, Si Cakap Kalah”, “saling bersaing menyingkirkan”, “Si Jahat keluar sebagai Pemenang”. Hal ini, sudah dikenal luas oleh orang-orang, tak perlu dibahas lebih detail lagi. Mekanisme “saling bersaing menyingkirkan” ini sebenarnya umum terjadi di berbagai aspek dalam masyarakat partai komunis. Demi mengendalikan masyarakat di semua aspek, agar semua orang yang memiliki pemikiran tradisional tidak bisa menonjolkan diri, partai komunis mengendalikan semua posisi penting dalam masyarakat, untuk menjamin kebijakan jahatnya tetap dapat berjalan.

Jika masyarakat Tiongkok diibaratkan sebuah tubuh manusia, maka partai komunis harus mencengkram semua titik akupunktur dan meridian. Apa itu titik akupunktur? Pekerjaan dan posisi penting dalam masyarakat tepatnya adalah titik akupunktur. Apa itu meridian? Saluran dari sirkulasi talenta manusia tepatnya adalah meridian. Muslihat yang biasa digunakan oleh PKT, adalah operasi lawan arah, orang yang bertalenta dan menekankan moralitas, tidak akan dipromosikan sebaliknya malah dianiaya. Orang yang mendukung dan patuh dengan PKT, sebaliknya gampang naik jabatan, bagaikan meridian yang melawan arah, maka sekarang ini di lapisan menengah ke atas masyarakat Tiongkok terbentuk sebuah tingkat sosial yang diciptakan demi kepentingan PKT sendiri. Orang yang menguasai “titik akupunktur” acap kali adalah orang-orang dalam sistem partai komunis, yang dijuluki “Akar Asli Tunas Merah”, atau pun mereka yang tunduk dan patuh terhadap perintah partai komunis.

Banyak sekali orang mengeluh, bahwa Tiongkok zaman sekarang, orang baik makan tidak kenyang, orang jahat malah merajalela. Sebenarnya ini adalah kondisi negara komunis pada umumnya: Bila orang baik ingin makan cukup, pertama-tama harus berubah menjadi orang jahat yang suka menjilat, bermuka dua & menusuk dari belakang, hati jahat tangan keji, melakukan segala kejahatan! Ada sejumlah profesional, dengan mengandalkan kemampuan khusus di bidang mereka juga dapat dipromosikan ke posisi tertentu, itu karena kemampuan khususnya dapat ditugaskan untuk fungsi tertentu, namun tidak ada ruang untuk naik lebih tinggi lagi. Lagi pula, banyak sekali profesional yang merasa dirinya terhormat, tidak berani juga tidak mau terlibat dengan politik. Begitu mereka melanggar garis merah yang ditetapkan oleh partai komunis, maka PKT segera menyingkirkan mereka, tanpa perlu pikir dua kali! Ini adalah peraturan tak tertulis paling tinggi di Tiongkok saat ini.

Setelah PKT berkuasa, berdirilah sistem kendali ketat masyarakat seperti “Sistem Unit Kerja”, “Sistem Hukou”. Sedangkan pedesaan ada “Kolektivisasi” dan “Komune Rakyat”. Layaknya sebuah jaring besar, masyarakat Tiongkok dikungkung dengan sangat erat. Setiap unit kerja memiliki tim “petugas partai” yang posisinya sejajar namun kekuasaannya di atas tim eksekutif. Tidak sedikit di antara mereka yang berpenampilan seperti ini: Tidak mampu melaksanakan tugas, namun paling jago menghakimi orang.

Sebaliknya, orang baik yang berani jujur, memegang prinsip, tahu diri, giat bekerja, penuh dengan rasa kemanusiaan dan simpati, sejak awal PKT berkuasa telah secara sistematis dihabisi. “Menindas Kontrarevolusioner” adalah untuk menghabisi pendidik publik Kuomintang; di antaranya banyak yang termasuk kaum elit masyarakat; “Reformasi Lahan” adalah untuk menghabisi kaum elit di pedesaan; “Tiga Anti”, “Lima Anti”, “Reformasi Kapitalisme”, adalah untuk menghabisi kaum elit pedagang; “Anti Kanan” adalah untuk menghabisi kaum elit intelektual; saat “Revolusi Besar Kebudayaan”, sisa dari gerakan-gerakan sebelumnya, yang belum bersih dihabisi diberikan lagi satu bacokan penghabisan. Pembantaian Tiananmen tahun 1989, adalah untuk membantai “Mahasiswa” yang peduli dengan ekonomi dan kehidupan rakyat; Penganiayaan Falun Gong adalah untuk menganiaya praktisi yang ingin menjadi orang baik dengan prinsip “Sejati – Baik – Sabar”. Yang dihabisi dalam setiap kali gerakan adalah kaum elit dalam Kebudayaan Tiongkok dan masyarakat.

Jiang Zemin berhati busuk dan korup, terkenal hidung belang, sama sekali tidak becus menangani persoalan, namun karena aji mumpung, dengan menginjak darah Pembantaian Tiananmen, berhasil naik ke puncak kekuasaan. Setelah tahun 1999, segerombolan penganiaya keji Falun Gong, pengikut kejahatan yang patuh dengan Jiang Zemin, termasuk yang udah dijebolkan ke penjara yakni Bo Xilai, Zhou Yongkang, Guo Boxiong, dan yang sudah meninggal yakni Xu Caihou, mendapat promosi besar-besaran. Menurut pandangan geng Jiang Zemin, orang yang tangannya berlumuran darah praktisi Falun Gong, maka dia ditakdirkan untuk melindungi kebijakan penganiayaan tersebut agar tidak dicabut, dialah bawahan sekaligus penerus yang paling bisa diandalkan.

Orang-orang secara bertahap telah mengerti: Yang menjual diri pada kejahatan, akan dipromosi dan menjadi kaya; yang hanyut mengikuti arus, dapat sementara terjamin keselamatannya; yang jujur berani, sebaliknya mengalami banyak kesulitan, atau meninggal dengan kondisi tragis. “Robohkan ke tanah, lalu injak dengan sebuah kaki”. “Cangkir Tembaga Hancur Dicampakkan, Cerek Liat Bersuara Geledek”, “Orang Busuk Disanjung Tinggi, Orang Luhur Tanpa Nama.” Penjahat menjabat, kesatria terikat, seluruh negeri diaduk-aduk hingga kacau balau.

Orang macam apa yang menempati posisi tinggi, akan menentukan arah tujuan masyarakat. “Pilih yang Lurus dan Singkirkan Semua yang Menyimpang, Dengan ini yang Menyimpang akan jadi Lurus” [Lunyu-Yanyuan]. Orang yang memilih kejujuran dan kebenaran, bila ditempatkan di atas orang yang licik dan menyimpang, akan membuat orang licik ini secara bertahap berubah jadi jujur dan benar. Sebaliknya, menempatkan orang yang licik dan menyimpang di atas orang yang jujur dan benar, hanya dapat mendorong orang-orang untuk meniru tindakan orang jahat, sehingga segenap masyarakat terdegradasi dengan cepat.

*Lunyu-Yan Yuan: The Master said, “Employ the upright and put aside all the crooked; in this way the crooked can be made to be upright.”

“Orang Jahat Disokong Hingga Langit tingkat Sembilan, Orang Baik Diinjak-injak Hingga Neraka tingkat Sembilan”, ini tepatnya adalah gambaran sesungguhnya dari masyarakat partai komunis. Ini bukanlah kekeliruan sesaat yang dilakukan PKT atau pun nada sumbang dan anomali di masa perubahan masyarakat. Namun karena PKT ingin memusnahkan manusia, maka perlu memilih orang jahat sebagai sosok pelopornya, yang bersedia berlari gila-gilaan menuju Neraka.

b. Mempromosikan Materialisme, Kebebasan Seksual, dan Segala Fenomena Mutan

Partai komunis dengan antusias mempromosikan materialisme, agar manusia terobsesi dengan kehidupan material, mengejar kenikmatan panca indera dan rangsangan psikologis, sehingga manusia kehilangan hati nurani karena tergoda oleh hasrat materi. Betapa banyak orang yang setelah mencicipi gemerlap dunia malam dan segala kekayaan duniawi, namun saat pikiran penuh dijejali materi luar, kenapa tiba-tiba jiwa dan semangat terasa hampa?

Banyak sekali fenomena masyarakat yang tidak baik sudah eksis sejak lama, slogan PKT “Murid melampaui gurunya” bersumber dari sini, segala fenomena rusak yang dapat mendorong manusia memanjakan nafsunya dijadikan sebagai alat kendali kekuasaan dan penghancur manusia di saat terakhir.

Manipulasi dan kendali partai komunis terhadap nafsu manusia, ada yang ketat, ada yang longgar, kadang ketat kadang longgar, dimainkan dengan piawai. Dulu, bahkan hanya punya secuil aset pribadi saja, harus mengalami Penghakiman Publik, pria dan wanita bergandengan tangan, dianggap sebagai “Gaya Hidup Kaum Borjuis yang Busuk”, semua aspek hidup baik spiritual maupun materi dibatasi. Kemudian pintu negara dibuka, ‘Segala Sesuatu Diukur Dengan Uang’, secara permukaan mendorong pengejaran kebahagiaan, namun kenyataannya adalah mendorong memanjakan diri dengan nafsu. “Orang kampung lebih jago menyerap budaya buruk”, nafsu yang tersimpan meluap bagaikan banjir saat pintu air dibuka, kekuatannya sangat besar hingga menghancurkan seluruh tanggul.

PKT secara bertahap menemukan bahwa, masyarakat yang tenggelam dalam nafsu materi dan kenikmatan panca indera sebenarnya lebih mudah dikendalikan. PKT justru ingin sifat bajik anda hancur sirna dalam gempuran bertubi-tubi, agar energi kuat anda terkuras habis dalam aktivitas nafsu duniawi, supaya waktu senggang anda terpakai habis tanpa sisa dalam perjudian – game online – hiburan.

Bukan mencuci otak di tengah pengekangan nafsu, namun justru berpesta hura-hura di tengah pengumbaran nafsu; bukan kerasukan iblis di tengah didikan ajaran sesat, namun justru tersesat di tengah gulungan ombak nafsu duniawi ——– partai komunis tidak akan membiarkan anda menjadi seorang manusia yang rasional dan berpikiran jernih.

c. Pendidikan Sistematis: Cuci Otak Terhadap Kaum Muda

Dikarenakan roh jahat komunis menganggap umat manusia sebagai musuh, maka harus memotong putus akar sifat Ilahi manusia dan ingatan terhadap kebudayaan. Pendidikan tradisional terlebih dulu mengajarkan tata krama manusia, mengajarkan anak-anak pemahaman dan pengenalan terhadap nilai-nilai universal, hingga pendalaman terhadap pelatihan kebudayaan, memperkaya pengetahuan sejarah, memperluas dan mempertajam wawasan, semua ini merupakan halangan bagi roh jahat komunis untuk mewujudkan tujuan jahatnya. Setelah partai komunis merebut kekuasaan, dengan cepat mengeksekusi nasionalisasi pendidikan, ideologi paham komunis digunakan untuk mencuci otak para guru dan pelajar.

Saat Revolusi Kebudayaan, jutaan anak muda ikut terlibat Konflik Bersenjata antar faksi, ‘Menjalin Kontak’, Pukul-Rusak-Rampok, setelahnya lagi-lagi dibuang ke pedesaan dan daerah perbatasan, untuk “Dididik Ulang Sebagai Petani Miskin”. Bahkan mereka sendiri di kemudian hari, mau tidak mau harus mengakui, bahwa mereka “tumbuh dengan meminum susu serigala”.

*Pukul-Rusak-Rampok telah menjadi elemen dalam kerusuhan-kerusuhan, dan sekarang ditambah satu elemen lagi yakni Bakar.

Setelah era 1980an, wilayah ideologi PKT sedikit dilonggarkan, anak muda “Generasi Baru” menaruh harapan terhadap reformasi PKT, namun Pembantaian Tiananmen telah menghancurkan harapan mereka. Memasuki era 90an, anak muda kebanyakkan adalah anak tunggal, dimanja dan disayang di rumah, menganggap diri yang paling benar. Tekanan tinggi politik membuat mereka tidak berani peduli terhadap urusan publik. Ada orang yang bersembunyi dalam menara gading, ada orang yang fokus melakukan bisnis, ada orang yang sibuk dengan ujian TOEFL dan GRE. Invidualisme yang egois dan mati rasa ini telah menguasai posisi puncak, “Diam-diam Meraup Keuntungan Besar” telah menjadi motto baru.

*”Diam-diam Meraup Keuntungan Besar”, juga berarti “Jangan Gaduh Jika Ingin Kaya”; rakyat Tiongkok diatur agar fokus mencari uang saja dan ujung-ujungnya mati rasa terhadap masalah sosial, politik, korupsi sistematis PKT.

Dalam buku pelajaran yang digunakan di daratan Tiongkok, yang disebut pelajaran pendidikan “Heroik”, di mata masyarakat bebas negara Barat sepenuhnya merupakan mata pelajaran untuk mendidik teroris. Ada seorang penulis yang secara langsung menunjukkan, bahwa propaganda dan pendidikan PKT tidak pernah lepas dari tindakan kejam dan haus darah. Dalam mata pelajaran dapat ditemui banyak sekali “Tindakan Heroik” kejam: “Dengan dada menghadang lubang senapan, meledakkan dinamit di genggaman tangan, berbaring di tengah amukan api diam tak bergerak, hingga mati terbakar.”

Dikarenakan didikan cuci otak dan blokade informasi dalam jangka panjang, banyak anak muda yang sama sekali tidak tahu sejarah sebenarnya dan nilai-nilai universal. PKT dengan sengaja menghasut rasa fanatik nasionalisme mereka, begitu dibutuhkan oleh penguasa, mereka dimanfaatkan turun ke jalan untuk aksi: anti Jepang, anti Amerika, Pukul-Rusak-Rampok-Bakar, membiarkan “penyakit mental patriotisme” dan “kerusakan otak kolektif” meledak besar-besaran.

Yang lebih menakutkan lagi adalah, cuci otak PKT “dimulai dari sejak bayi”, dari sejak taman kanak-kanak sudah ditanamkan doktrin beracun, yakni menjalankan didikan yang disebut “patriotisme”. Namun didikan “patriotisme” PKT seperti apa isinya, kita semua sudah tahu dengan jelas.

Kesimpulan

Dalam masyarakat Tiongkok hari ini, hati manusia terkikis, masyarakat bobrok, tidak seperti sebuah negara lagi. Apa yang disebut “Masyarakat Harmonis”, sebenarnya adalah masyarakat yang berkolusi dengan kejahatan dan sulit terpisah darinya. Upaya rakyat untuk kembali ke tradisional diperdaya dengan indahnya, niat spontan manusia kembali ke jalan bajik telah dicekik dengan kejamnya. PKT sengaja menciptakan semua ilusi seperti khayalan “kaya dalam semalam”, atmosfer “bersenang-senang hingga mati”, mentalitas “setelah memuaskan nafsu boleh mati”, ini menyebabkan sifat licik-impulsif-dingin-egois menjadi atmosfer dominan dalam masyarakat. Tak peduli media pemerintah bagaimana mempromosikan “Tema Propaganda”, namun kata-kata Partai yang Bagai Gigitan Vampir, penuh dengan hoax, vulgar nan Populer, kotor hingga merambah Langit dan Bumi, dan menimbulkan kegaduhan massa, itu barulah “Suara Paling Nyaring pada Era ini”. Yang berkemampuan, berduyun-duyun bermigrasi, dan kabur menyelamatkan diri; yang tidak punya pilihan, hanya bisa hanyut bersama, dalam kegelisahan dan ketakutan, menanti tibanya hari esok.

Rumah setelah dirobohkan, dapat dibangun kembali. Keluarga yang telah hancur, dapat ditata kembali. Perusahaan yang telah bangkrut, dapat dimulai lagi. Satu generasi anak muda yang telah disia-siakan, dapat menyematkan harapan ke generasi selanjutnya. Bahkan negara setelah ditaklukkan oleh bangsa lain, asalkan kebudayaan, bahasa, dan sejarah tidak hilang, maka masih ada suatu hari untuk bangkit kembali. Ketika sejarah sebuah bangsa telah dipalsukan, aksara tulisan dirusak, bahasa diracuni, Kebudayaan Tradisional dirusak berulang kali, hati manusia berulang kali dilecehkan – didistorsi – dimutasi, Bumi Pertiwi terbengkalai, sumber air habis terkuras, orang baik dibantai, hati nurani dibungkam, bangsa ini masih adakah hari untuk bangkit kembali?

Demi memusnahkan umat manusia, PKT selain telah membantai rakyat dalam jumlah besar, juga dalam jangka panjang menggunakan “Kebencian – Menipu – Bertarung – Kejahatan” dan jurus lainnya, jurus ‘Menipu’-nya yang sangat lihai membuat orang ngeri ketakutan. Salah satu teknik paling beracun dari semua jurus ‘Menipu’-nya adalah mengeksploitasi sifat bajik dalam hati manusia, juga membodohi sifat bajik manusia, yang pada akhirnya membuat sifat bajik dalam hati tertekan hingga punah.

Manusia adalah ciptaan Tuhan, setiap manusia mewarisi sifat Ilahi, pulang kembali ke kerajaan Langit yang menjadi asal kehidupan, merupakan hal yang telah lama dinanti-nantikan oleh setiap jiwa. Paham komunis mengeksploitasi sifat Ilahi manusia dan rasa dahaga terhadap peningkatan spiritual, untuk ditanamkan ideologi ajaran sesat komunis ke dalamnya. Agama Ortodoks mempercayai Tuhan, percaya dengan kehendak Tuhan atau yang disebut “Kehendak Langit”, sedangkan paham komunis menyembah “Kebutuhan Sejarah” yang imajiner; agama Ortodoks mengantar manusia kembali ke kerajaan Langit, sedangkan paham komunis mendorong manusia mengejar masyarakat komunisme; agama Ortodoks memiliki hierarki penyebar agama, sedangkan partai komunis mengklaim diri sebagai “Garda Depan dari Kelas Pekerja”. Pada periode awal berdirinya partai komunis Tiongkok, sejumlah anak muda berdarah panas yang peduli terhadap negara dan rakyat, telah mempercayai propaganda tipuan partai komunis, bergabung dengan partai komunis Tiongkok dan menjual jiwa mereka untuknya. Namun partai komunis Tiongkok merupakan sebuah ajaran sesat mafia, boleh masuk namun tidak dapat keluar. Ketika sejumlah orang ini mulai sedikit tersadarkan, namun sudah menjadi kaki tangan pelaku kejahatan, hanya dapat terjatuh lebih dalam, sulit untuk melepaskan diri. Walau sekarang ini, sejumlah pemuda yang bergabung dengan partai komunis Tiongkok masih belum kehilangan pikiran bajik dan cita-cita mulia, namun di depan realitas yang kotor dan gelap, mau tidak mau hati nurani terpaksa dibuang habis. Banyak di antara mereka di saat lenyapnya cita-cita dan putus asa, telah berganti haluan bergumul dalam lumpur bersama orang lain, memanjakan diri dalam nafsu dan jatuh terdegradasi. Dalam pengertian ini, partai komunis telah mengeksploitasi keserakahan dan nafsu keinginan manusia (dari nama partainya sudah dapat terlihat ——– komunis [membagi milik], membagi-bagi milik orang lain), juga telah mengekspoitasi sekaligus akhirnya memusnahkan sifat Ilahi dan hati bajik manusia.

Ciri khas dari ajaran sesat komunis terletak di sini, seseorang bahkan tidak perlu percaya “Pertarungan Kelas”, “teori Surplus Value”, “Sosialisme Revolusioner”, “masyarakat komunisme” dan doktrin lainnya, namun secara de facto masih dapat menjadi pengikut ajaran sesat dan dirasuki oleh roh jahat. Ini karena manusia telah rusak moralnya, tak terelakkan ada seporsi pemikiran yang sesuai dengan roh jahat, dengan demikian maka roh jahat pun menyusupi celah ini, merasuki tubuh. Ada orang yang telah mempercayai Ateisme, ada orang yang percaya bahwa materi adalah yang paling utama, ada orang yang percaya bahwa setelah manusia meninggal, semua persoalan berakhir, ataupun makan minum bersenang-senang itulah realita sebenarnya, ada orang yang percaya bahwa tidak ada prinsip sejati yang absolut, ada orang yang percaya bahwa moralitas adalah kebohongan yang dikarang-karang kelas penguasa, ada banyak yang seperti ini, bukan rahasia yang ditutup-tutupi. Percaya pada Tuhan hanya memerlukan sebuah pikiran lurus yang teguh, menentang Tuhan – Anti Tuhan sebaliknya mungkin menumbuhkan seribu macam pikiran jahat yang berbeda-beda. Seperti kata pepatah, “Mengikuti Kebaikan Seperti Mendaki, Mengikuti Kejahatan Seperti Terjatuh” [Guoyu]. Manusia yang moralnya jatuh ke bawah bagaikan mendorong sampan mengikuti arus, namun ketika berkompromi dengan nafsu keinginan dan sifat pengecut, orang-orang akan terjatuh dalam genggaman iblis jahat, sampai pada akhirnya sulit membebaskan diri, bahkan setelah terjatuh dalam situasi bahaya masih dengan dungunya tidak sadar-sadar. Bukankah sekarang banyak orang Tiongkok berada dalam kondisi buruk ini?

*Guoyu (Discourses of the States): Zhou Yu (Discourses of Zhou – Akhir) — “Mengikuti Kebaikan Seperti Mendaki, Mengikuti Kejahatan Seperti Terjatuh.”

Roh jahat yang terbentuk dari Kebencian, memulai langkahnya dengan ‘Membunuh’, tumbuh besar mengandalkan ‘Menipu’, dengan ‘Bertarung’ mengacaukan kolong Langit, terakhir ‘men-tansformasi jiwa manusia menjadi jahat’ untuk mencapai tujuan terakhirnya yang sangat jahat ——– memusnahkan seluruh umat manusia. Saat hampir semua manusia dikarenakan nafsu keinginan materi dan kenikmatan panca indera, dibuat takluk tak berdaya, siapa yang menyangka, roh jahat justru sedang tersenyum dengan liciknya, menghitung mundur waktu untuk umat manusia.

*****

Bangsa Tionghoa adalah sebuah bangsa yang diberkati oleh Langit, Kebudayaan bangsa Tionghoa adalah sebuah kebudayaan yang berisikan misi dari Tuhan. Awal masa lampau, ketika Tuhan menciptakan Bumi Pertiwi Shenzhou, telah menanamkan mekanisme untuk membalikkan situasi saat terjadi krisis serta pengharapan saat situasi buntu di masa mendatang. Sebelum maha malapetaka tahap akhir, dapat atau tidak memahami rahasia Langit serta sabda Tuhan, erat berkaitan dengan nasib dan masa depan setiap insan manusia. (Bersambung)

Untuk membaca bagian lain, silahkan klik di sini.

Tonton di Youtube, silahkan klik di sini.