Kembali di China in Focus saya Tiffany Meier, korban tewas dalam kebakaran kompleks perumahan mematikan di Hong Kong meningkat menjadi 151 pada hari Senin. Beijing memperingatkan mereka akan menggunakan undang-undang keamanan nasional untuk menindak tegas potensi protes. Mereka telah melabeli pengunjuk rasa sebagai anti-China. Satu orang telah ditangkap.
Kerumunan berkumpul pada hari Minggu untuk berkabung atas para korban kebakaran gedung pencakar langit di Hong Kong, sementara Beijing memperingatkan akan menggunakan undang-undang keamanan nasional untuk menindak tegas protes anti-China.
Penyebab kebakaran terburuk di Hong Kong dalam beberapa dekade ini masih dalam penyelidikan, tetapi kemarahan publik meningkat atas ketiadaan peringatan risiko kebakaran dan bukti praktik konstruksi yang tidak aman. Para pejabat juga berkata alarm kebakaran di kompleks Wong Fuk Court, yang dihuni lebih dari 4.600 orang, tidak berfungsi dengan baik.
Pihak berwenang khawatir akan reaksi publik yang lebih luas, setelah protes pro-demokrasi besar-besaran di kota itu di tahun 2019. Hari Sabtu, otoritas keamanan nasional China memperingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bencana kebakaran ini untuk tanda kutip, menjerumuskan Hong Kong kembali ke kekacauan tahun 2019.
Ini terjadi ketika polisi Hong Kong menahan seorang pria berusia 24 tahun, yang adalah bagian dari kelompok yang meluncurkan petisi menuntut penyelidikan independen atas kemungkinan korupsi dan peninjauan pada pengawasan konstruksi.
Sumber mengatakan petisi daring itu telah mengumpulkan lebih dari 10.000 tanda tangan pada Sabtu sore sebelum ditutup. Polisi tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Daniel Chan yang tinggal di distrik Taipo berkata orang-orang tahu ini adalah bencana buatan manusia, akibat cara penanganan yang buruk. Ia berkata pemerintah dapat melakukan investigasi independen dan ada pertanggung jawaban.
Pihak berwenang telah menahan lebih dari selusin orang terkait kebakaran tersebut saat mereka menyelidiki kemungkinan korupsi dan penggunaan material yang tidak aman selama renovasi di kompleks.
Jaring pelindung yang digunakan di salah satu renovasi Wong Fuk Court mudah terbakar. Belum diketahui siapa yang membuat jaring tersebut, tapi perusahaan renovasi memiliki 11 pekerjaan lain yang sedang berlangsung di Hong Kong.
Warga membagikan laporan inspeksi untuk dua gedung tersebut, yang menunjukkan bahwa jaring berasal dari dua perusahaan yang berbasis di Daratan China. Jaring diberi label jaring padat tahan api, dan diduga diuji oleh pusat inspeksi di China. Namun saat media Hong Kong berusaha mencari laporannya, situs web resmi pusat inspeksi tidak menampilkan apapun dan tidak ada dokumen pengujian yang ditemukan.
