Dua kapal tanker minyak China kini telah meninggalkan Selat Hormuz setelah berlabuh di sana selama lebih dari dua bulan. Ini terjadi di tengah ketegangan dan negosiasi antara Washington dan Tehran yang masih berlangsung.
Data pengiriman menunjukkan kedua kapal tanker raksasa itu mengangkut sekitar 4 juta barel minyak mentah.
Kapal-kapal China tersebut mengangkut muatan dari Irak dan Qatar awal tahun ini tepat sebelum pertempuran Iran-Israel. Mereka tetap berada di Teluk selama berminggu-minggu di tengah ketidakpastian keamanan.
Keberangkatan mereka kini terjadi saat Gedung Putih menandakan kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Wakil Presiden JD Vance mengatakan negosiasi berjalan cukup baik, serta menambahkan bahwa kedua belah pihak terus membuat kemajuan.
Presiden Trump terus menekan Tehran agar mencapai kesepakatan, sambil mengancam tindakan militer jika negosiasi gagal.
