Fokus

26 Tahun Falun Dafa Dianiaya: Penyusupan Partai Komunis China pada Media di Indonesia

[Candratua, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Tujuan hari ini adalah kita memperingati 26 tahun penindasan Partai Komunis China terhadap Falun Dafa.”

Pada hari Sabtu, 12 Juli, puluhan praktisi Falun Dafa berkumpul di depan Kedutaan Besar RRC di Mega Kuningan, Jakarta, memperingati saat Falun Dafa mulai dianiaya oleh pemerintahan Partai Komunis China yaitu 20 Juli 1999.

[Jamalulail, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Ini bener-bener ya, Partai Komunis Tiongkok ini. Dia waktu itu punya target 3 bulan mau memusnahkan praktisi Falun Dafa. Awal-awal seperti itu. Tapi (Falun Dafa) malah berkembang pesat di 114 negara. Termasuk saya juga waktu itu kan, saya 2005 baru menekuni ini. Saya tuh pas ketemu Falun Dafa, loh kok ini kenapa ya, kok bisa dilarang, padahal saya sendiri dari perokok berat hilang…”

[Candratua, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Sebetulnya penindasan Falun Dafa saat ini oleh Partai Komunis China, bukan hanya terjadi di China, tapi juga terjadi di berbagai negara. Namun bentuknya tidak terlihat, karena sifatnya banyak propaganda, banyak sifatnya melalui media-media yang mendiskreditkan Falun Dafa, sehingga banyak orang akhirnya khawatir, curiga, takut, bahkan antipati terhadap Falun Dafa.”

Hal ini dialami sendiri oleh Jamal yang telah berlatih Falun Dafa selama 20 tahun. Ia menghadapi berbagai kesalahpahaman dari lingkungan sekitar.

[Jamalulail, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Saya juga sering melakukan klarifikasi fakta kepada teman-teman, kalo di rumah maupun di kantor. Di kantor seringkali anak-anak tuh, teman-teman (bilang), ni bang Jamal nih, praktisi Falun Dafa nih, hati-hati lu, katanya, nanti kamu dianiaya sama Cina, haduh, nggak ada istilah begitu deh, dia bilang ini ajaran sesat, aliran sesat, nah saya semakin banyak klarifikasi fakta loh ke temen-temen, begitu.”

Menurut Candratua, kesalahpahaman ini tak terlepas dari infiltrasi yang terus-menerus dari PKC kepada media di Indonesia.

[Candratua, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Ada beberapa media saat ini memuat narasi pesanan dari Partai Komunis China, yang mendiskreditkan Falun Dafa. Bahwa Falun Dafa itu sesat, Falun Dafa itu berpolitik, Falun Dafa itu makar, gitu ya. Tetapi itu adalah hal yang jauh dari kenyataannya. Karena Falun Dafa adalah latihan yang bebas, Anda boleh berlatih, datang dan pergi, tidak ada keanggotaan, tidak berbayar, sangat terbuka.”

[Jamalulail, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Ketika saya belum jadi praktisi Falun Dafa, saya tuh orangnya emosional, ketika saya bawa kendaraan, mobil dinas ya, disalip oleh angkot, saya langsung berhenti, saya hantem itu angkot, jugeerrr, gitu lho, kamu tuh punya kaca spion apa enggak? Kok sembarangan aja seperti itu. Bahkan saya bawa ketapel, ada bis macem-macem, nyalip, langsung saya slepet itu. Jugeerrr, gitu. Wah itu sebelum saya kenal Dafa, seperti itu urakannya. Fisik saya sekarang boleh dikatakan usia 65 masih segar bugar, gitu ya, saya juga mengalami seperti ini, badan juga fit selalu, juga temen-temen kalo ketemu dia bilang, ini bang Jamal ini nggak pernah tua, awet muda terus, dia bilang.”

[Candratua, Praktisi Falun Dafa Jakarta]:

“Harapannya semakin banyak masyarakat mengetahui kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh Partai Komunis China. Karena kejahatan ini kejahatan yang dilakukan oleh sebuah negara. Kalo dilakukan oleh sebuah negara, semua perangkat, sistem, dikerahkan, berarti sangatlah dahsyat.”

NTD News melaporkan dari Mega Kuningan, Jakarta.