Gelombang perombakan besar tengah berlangsung dalam militer China. Jumat kemarin, beberapa hari sebelum pertemuan para petinggi negara di Beijing. PKC mencopot 9 jenderal termasuk jendral militer nomor dua dan perwira tertinggi angkatan darat. Langkah ini memicu pertanyaan akankah ini berdampak pada kemampuan China mengambil alih Taiwan.
He Weidong, seorang petinggi di antara sembilan jenderal adalah pemimpin militer nomor dua China yang langsung berada di bawah Xi Jinping, merupakan rekan dekat sekaligus orang pilihan Xi yang mengemban misi invasi Taiwan. He Weidong duduk di jajaran Politbiro China beserta 24 lainnya, sebuah badan tertinggi kedua PKC. Ia tidak terlihat oleh publik sejak Maret. Kementerian Pertahanan China mengatakan He dan beberapa lainnya terlibat dalam pelanggaran disiplin partai dan kejahatan finansial serius.
Pejabat lain yang dipecat, Miao Hua, adalah perwira politik tertinggi angkatan darat. Sejak tahun lalu, Miao sudah berada di bawah penyelidikan. Miao berurusan dengan militer terkait Taiwan dan Laut China Selatan. AS menganggap kedua wilayah ini sebagai titik paling mungkin terjadinya konflik dengan China. Ia dipandang dekat dengan lingkaran dalam Xi Jinping.
Jenderal lain yang dicopot, Lin Xiangyang, bertugas memimpin komando militer yang memainkan peran dalam setiap konflik Taiwan. Partai Komunis China menganggap Taiwan sebagai bagian dari China meski tidak pernah memerintah langsung. Beijing berjanji akan menggunakan kekerasan jika perlu.
Perkembangan terkini telah memicu spekulasi bahwa Xi Jinping mungkin kehilangan kekuasaan. Pengumuman tersebut datang hanya beberapa hari sebelum pertemuan penting para pejabat senior PKC di Beijing minggu depan.
