China terus meningkatkan pembelian emasnya meskipun harga terus melonjak. Bank sentral China menambah lebih dari 22 ton emas ke cadangannya pada bulan Agustus, hingga totalnya menjadi lebih dari 2.600 ton. Ini berdasarkan data yang dirilis hari Senin. Langkah ini menandai pembelian emas bulanan terbesar China sejak 2023.
Hingga saat ini, China telah membeli emas selama 22 bulan berturut-turut. Para analis mengatakan ini adalah langkah Beijing dalam jangka panjang. Lalu, mengapa China membeli emas sebanyak itu?
Gelombang pembelian emasnya dimulai beberapa bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina, saat Barat membekukan cadangan mata uang Rusia yang disimpan di bank sentral asing. Langkah itu memutus akses Rusia ke lebih dari $300 miliar cadangan mata uang asing. Beijing tampaknya belajar dari hal ini.
Para ahli memberitahu The Telegraph pada 2024 bahwa China kemungkinan sedang menimbun emas untuk melindungi ekonominya. Dengan demikian, sanksi Barat akan kurang berpengaruh jika Beijing suatu saat menyerang Taiwan.
Cadangan emas China terus bertambah secara stabil. Lima tahun lalu, jumlah emasnya hanya sedikit di atas 3% dari cadangan devisa China, namun tahun ini melonjak ke lebih dari 9%. Bagi Beijing, ini juga akan membantu mendiversifikasi cadangan devisanya, mengurangi ketergantungan pada aset dolar AS.
Selain itu, emas masih dianggap sebagai bentuk pembayaran terbaik. Memiliki lebih banyak emas di bank sentral China dapat meningkatkan kepercayaan terhadap mata uangnya, yang akan membuka jalan bagi internasionalisasi Yuan.
