Pihak berwenang AS berhasil menangkap seorang wanita asal California, Wanying Zhang, di Bandara Internasional Los Angeles saat hendak terbang ke China. Zhang didakwa atas tuduhan bertindak sebagai mata-mata pemerintah China.
Berdasarkan berkas pengadilan, Zhang terbang ke Seattle pada 2025 untuk melakukan pengintaian atas perintah pejabat PKC. Targetnya adalah putra Presiden Taiwan Lai Ching-te yang tinggal di AS.
Zhang bersama seorang rekannya menyewa kendaraan dan memantau tempat kediaman target. Kamera pengawas warga merekam aksi mereka saat berusaha mengambil foto dan video keluarga presiden Taiwan tersebut.
FBI berkata belakangan mereka memperoleh bukti komunikasi yang menunjukkan Zhang melaporkan informasi hasil pengintaian tersebut ke pihak China.
Kantor Kepresidenan Taiwan mengecam keras aksi tersebut dan menyebut perilaku tersebut sebagai bentuk penindasan transnasional, intimidasi, serta pelanggaran hak asasi manusia terhadap para penegak demokrasi dan keluarganya.
Pejabat federal AS berkata kasus ini merupakan contoh tipikal dari modus operandi Partai Komunis China.
Jaksa AS Bill Essayli menegaskan bahwa China memanfaatkan celah hukum dan keberadaan orang-orang mereka yang berada di AS untuk melancarkan operasi intelijen. Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel memberi peringatan keras melalui media sosial bahwa AS tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi operasi mata-mata asing.

