Site icon NTD Indonesia

Akankah Xi Menghadapi Tekanan untuk Mundur?

Partai Komunis Tiongkok sedang bersiap untuk Rapat Pleno keempat yang akan berlangsung pada akhir bulan. Pertemuan ini diadakan setiap lima tahun dan merupakan kesempatan bagi para petinggi partai untuk mengatur pembagian wewenang dan menentukan arah pemerintah. Semua mata tertuju pada pertemuan tahun ini. satu pertanyaan besar: Apakah Xi Jinping, berada di bawah tekanan untuk mundur? Pensiunan brigjen David Stillwell bersama kami untuk menguraikan beberapa poin penting.

Reporter: “Rapat Pleno Keempat PKT akan dilangsungkan akhir bulan ini, sekitar 20 hingga 23 Oktober. Banyak analis Tiongkok mencermati akankah ada perubahan struktural. Sebelum kita bahas lebih lanjut,  apa yang dimaksud Pleno Keempat itu?”

[David Stillwell, Pensiunan Brigjen, Mantan Asisten Menlu AS]:

Sistem PKT yang sejauh ini dinilai efektif dimulai pada tahun 1978, ketika Deng Xiaoping selama pleno ketiga, kongres partai ke-11 yang berfokus pada ekonomi, mencanangkan ide “reformasi dan keterbukaan”. Tujuannya adalah memperbaiki sistem Maois yang kaku dengan memasukkan pemikiran ekonomi Barat dan sedikit keterbukaan politik.

Rapat pleno ini, ada tujuh pleno dalam siklus lima tahunan kongres partai. Kongres partai adalah acara utamanya, seperti Kongres ke-18 saat saya di Beijing, dimana Xi Jinping mengambil alih kekuasaan dari Hu Jintao.

Pada dasarnya ini adalah Komite Sentral Partai dan Komite Tetap dimana Xi Jinping menyampaikan arahan kepada sekitar 25 petinggi partai tentang bagaimana segala sesuatu akan berjalan, apa yang harus kalian katakan kepada rakyat, bagaimana kita akan menjalankan negara ini. Jadi, semuanya adalah mandat, sangat sedikit yang diterima.”Perlu dicatat ini tidak sama dengan Kongres Rakyat Nasional yang diadakan setiap musim semi.

Reporter : “Banyak analis melihat Pleno Keempat ini sebagai indikasi apakah Xi Jinping akan melepaskan kekuasaan. Apakah ia bersedia melepas kekuasaannya seumur hidup.

[David Stillwell, Pensiunan Brigjen, Mantan Asisten Menlu AS]:

Kemungkinannya “nol persen”. Xi Jinping telah menempatkan dirinya diposisi di mana ia tidak bisa mundur, terutama setelah melakukan kampanye inspeksi disiplin dan antikorupsi tanpa henti, dimulai dari menjatuhkan Bo Xilai.  Jika Xi mundur, ia tidak lagi mendapat perlindungan dari sistem dan kemungkinan besar akan menghadapi nasib yang sama dengan orang-orang yang ia hukum, seperti dipenjara. Saya yakin tiran jarang mundur secara sukarela karena takut akan pembalasan dari orang-orang yang dihukumnya.

Xi Jinping tidak berkuasa sendirian. Ia jelas dilindungi oleh para kroni dan anteknya. Namun saya juga telah melihat ada kelompok besar, yakni Tentara Pembebasan Rakyat, yang beberapa anggotanya telah ditangkap dan dilengserkan. Xi Jinping mungkin punya kekhawatiran apakah kekuasaanya bisa terus bertahan.

Pertanyaannya, apakah ada jalan keluar yang terhormat baginya, saya tidak tahu. Inilah mengapa semua mata sedang mengarah pada Pleno Keempat. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nantinya.

Reporter: Tampaknya, ada beberapa pihak yang menyoroti bahwa Xi Jinping tidak menghadiri Sidang Umum PBB ke-80, dan Li Qiang yang menggantikannya. Jadi, jika Xi Jinping tidak berkuasa seumur hidup seperti yang diinginkannya, siapa yang kemungkinan besar menjadi kandidat pengganti atas perannya?

[David Stillwell, Pensiunan Brigjen, Mantan Asisten Menlu AS]:

Ya jika kita lihat Li Keqiang, ini sangat masuk akal bukan? Li Keqiang keluar, Li Qiang masuk. Li Keqiang dan Xi Jinping jelas memiliki perbedaan perspektif. Masih ingat saat Hu Jintao digiring keluar dari Kongres Partai ke-20. Saai itu Li Keqiang menatap Hu Jintao seolah berkata, hai kawan, aku merasakan penderitaanmu. Begitulah mereka menyingkirkannya dan membawa masuk lainnya. Persis seperti yang mereka lakukan pada Qin Gang dan lainnya—dan menggantinya dengan orang-orang yang jelas-jelas setia pada Xi Jinping.

Jadi menurut saya, Li Qiang yang paling mungkin menjadi pewaris tahta, meskipun dia menjalankan urusan kenegaraan, dia adalah ‘orang negara’, bukan wakil Xi Jinping. Bahkan, siapa wakil Xi? Kita belum menunjuk penerus, dan itu adalah bagian lain yang mengkhawatirkan dari sistem ini.”

Reporter: Sepertinya kali ini, banyak analis terfokus pada apa yang mungkin terjadi atau diputuskan pada Pleno Keempat ini. Jadi, apakah fokus Pleno Keempat telah berubah dari sebelumnya, seperti yang tadi Anda bahas?

[David Stillwell, Pensiunan Brigjen, Mantan Asisten Menlu AS]:

Saya rasa begitu. Sebelumnya, pleno keempat secara umum berfokus pada perubahan hukum dan konstitusi—meskipun tidak ada yang benar-benar dijalankan oleh manajemen partai.

Pleno Ketiga adalah yang berhubungan dengan ekonomi. Pleno Keempat yang akan datang ini seharusnya membahas masalah hukum dan partai, tetapi yang saya lihat, semua sinyal awal lebih banyak berbicara tentang ekonomi.

Ini karena dunia, terutama Uni Eropa dan tentu saja AS, mulai melindungi pasar mereka dengan tarif dan tindakan serupa, karena sistem Tiongkok terus membanjiri perekonomian kita. Akibatnya, ekonomi Tiongkok terkena dampak signifikan.