25 April adalah momen bersejarah peringatan permohonan damai di China. Tepat 27 tahun lalu, lebih dari 10.000 praktisi Falun Gong berkumpul di pusat kota Beijing untuk menyuarakan hak mereka untuk menjalankan Sejati, Baik, Sabar. Parade digelar di DC Sabtu lalu untuk memperingati peristiwa ini. Koresponden NTD Sam Wong melaporkan.
Saya berada di luar Kedutaan Besar China di Washington. Di belakang saya, tampak barisan praktisi Falun Gong. Mereka di sini untuk memperingati permohonan damai bersejarah di China tepatnya 27 tahun yang lalu. Sebuah peristiwa yang menandai awal dari penganiayaan taraf nasional.
Terlihat para praktisi berbaju kuning melakukan serangkaian latihan. Aksi yang tampak damai ini mirip dengan aksi di Beijing pada dua dekade lalu. Pada 25 April 1999, lebih dari 10.000 praktisi Falun Gong berbaris di luar markas pusat Partai Komunis China. Mereka menuntut kebebasan untuk menjalankan keyakinan mereka di tengah penindasan yang terus meningkat.
Namun yang tidak mereka sadari bahwa aksi damai ini akan menjadi awal dari penganiayaan taraf nasional
Juli tahun itu, PKC meluncurkan kampanye brutal guna memberangus Falun Gong dengan melancarkan propaganda yang memfitnah aksi damai April sebagai upaya penggulingan rezim yang berujung pada penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan para pengikutnya.
[Zhang Talan, Praktisi Falun Gong AS]:
“Selama Tahun Baru Imlek 2001, waktu di mana keluarga seharusnya berkumpul bersama, ibu saya ditahan di pusat pencucian otak, ayah saya di penjara, dan saya sendiri ditahan di kamp kerja paksa. Saya juga kenal satu keluarga yang situasinya sangat tragis. Kedua orang tua dan tiga saudara kandungnya disiksa hingga tewas satu demi satu.
Penganiayaan masih terus berlanjut hingga saat ini. Situs Minghui.org melaporkan kematian lebih dari 5.300 praktisi Falun Gong meski angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari jumlah kematian sesungguhnya, dikarenakan PKC berupaya menutupi skala tersebut. Selain itu, tidak diketahui pasti berapa banyak korban yang dibunuh untuk dijual organ tubuhnya demi keuntungan melalui praktik pengambilan organ ilegal yang disponsori oleh negara.
[Bjorn Neumann, Praktisi Falun Gong AS]:
“Sangat mengerikan buat saya, ini dijalankan dari pejabat tingkat atas PKC hingga rumah sakit militer dan dokter. Sungguh tak dapat dibayangkan.”
Meski menghadapi kesulitan besar, praktisi Falun Gong tak hentinya menyuarakan kebenaran tentang penganiayaan tersebut dan mengingatkan dunia akan nilai-nilai universal Sejati, Baik dan Sabar. Sam Wong, NTD News.
