Fokus

Amerika akan Berinvestasi Lebih Banyak dalam Infrastruktur Afrika

Menlu AS, Antony Blinken ingin membuat AS lebih terlibat dalam investasi infrastruktur yang berbasis di Afrika.

Dia mengatakan, ini bukan tentang Tiongkok, melainkan berusaha meningkatkan standar infrastruktur tanpa membuat negara berkembang, berhutang.

Berikut adalah detail dari kunjungan Blinken ke Afrika minggu lalu.

Pada kunjungan ke Nigeria, negara terpadat di Afrika,

Menlu AS, Blinken ditanya tentang persaingan AS-Tiongkok terkait investasi infrastruktur di benua itu.

Tiongkok telah menumbuhkan pengaruhnya di Afrika dalam beberapa tahun terakhir melalui investasi semacam itu.

Blinken: “Sekali lagi ini bukan tentang Tiongkok atau siapa pun, ini tentang apa yang ingin kami pikirkan sebagai perlombaan menuju puncak dalam hal investasi-investasi itu, jadi ini bukan hanya tentang sumber daya itu sendiri, ini bagaimana mereka digunakan dan menurut prinsip apa.”

Blinken mengatakan investasi Tiongkok di Afrika pada prinsipnya adalah hal yang baik.

Tapi menambahkan, bahwa negara-negara tidak boleh ditinggalkan dengan “utang luar biasa yang tidak dapat mereka bayar.”

Dia menandatangani program bantuan pembangunan senilai lebih dari 2 miliar dolar dengan Nigeria, dan mengatakan AS juga akan terus berinvestasi dalam keamanan di Nigeria.

Blinken: “Amerika Serikat berkomitmen untuk membantu Nigeria melakukan itu dengan terus berinvestasi dalam kemitraan keamanan kami dan lembaga-lembaga yang memperkuat supremasi hukum, dan yang meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan pelanggaran HAM, korupsi, dan tindakan lain yang merugikan rakyat Nigeria.”

Menlu Nigeria mengatakan negara itu membutuhkan investasi dari Tiongkok untuk mengatasi defisit infrastruktur yang parah.

Dia menggambarkan utang yang diambil negara sebagai “berkelanjutan.”

Tiongkok adalah salah satu pemberi pinjaman bilateral utama ke Nigeria dan telah membiayai pembangunan infrastruktur seperti jalan, kereta, dan jaringan pipa gas.

Kantor utang publik Nigeria mengatakan bahwa utang ke Tiongkok mencapai sekitar 3 miliar dolar, atau hampir 4% dari total saham utang publik negara itu pada Maret 2020.

Hasil investasi Partai Komunis Tiongkok di Afrika, dapat diungkapkan lebih lanjut dengan melihat hasil beberapa voting PBB.

Ketika PBB memungut suara terkait Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong tahun lalu, 25 negara Afrika mendukung Beijing.

Rezim komunis memberlakukan hukum di kota itu, membatasi kebebasan dan demokrasi di sana.

Pada pemungutan suara lain Oktober ini, yang berfokus pada situasi HAM di Xinjiang, 43 negara anggota PBB menandatangani pernyataan bersama lintas regional yang mengutuk Beijing.

Hanya 2 negara dari Afrika yang mendukung upaya tersebut.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI