Fokus

Ancaman China Makin Nyata, Presiden Taiwan Ajak Rakyat Bersatu

Presiden Taiwan Lai Ching-te menyerukan solidaritas di antara rakyat Taiwan dalam meningkatnya ancaman dari China, yang ditanggapi oleh Beijing. Pertama-tama, simak apa yang dikatakan Lai dalam pidatonya hari Selasa.

[Lai Ching-te, Presiden Taiwan]:

“Lingkungan keamanan saat ini lebih parah dari sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis China terus melakukan operasi militer pesawat dan angkatan laut yang intensif di sekitar Selat Taiwan, bahkan menggabungkan taktik pelecehan zona abu-abu dan perang kognitif untuk mengubah status quo selat tersebut dan merusak kepercayaan publik.”

Partai Komunis China memandang Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri sebagai miliknya, meskipun tidak pernah memerintahnya. Lai berkata agresi China tidak hanya ancaman bagi Taiwan, tetapi juga bagi dunia bebas yang demokratis.

Tanggal 3 September adalah peringatan 80 tahun Jepang menyerah. Dalam sebuah unggahan Facebooknya hari Rabu, Lai mengatakan bahwa nasionalisme, ilusi status negara adidaya, sensor ketat, pengawasan ketat, dan pemujaan pemimpin semua adalah bentuk fasisme. Presiden Lai tidak menyebut nama negara mana pun.

Beijing menanggapi, menuduh Lai menantang tatanan internasional pascaperang, keadilan manusia dan hati nurani. Menghadapi ancaman China, Taiwan menaikkan anggaran pertahanannya tahun ini menjadi lebih dari 3% PDB dan berharap mencapai 5% dalam 5 tahun kedepan.