Fokus

Ancaman Putin Menunjukkan Salah Perhitungan Rusia Terkait Invasi Ukraina: Sekjen NATO

Sebuah pembaruan tentang Rusia dan China.

Para menlu dari kedua negara bertemu di sela-sela Sidang Umum PBB, di New York.

Ini, setelah Presiden Rusia Putin mengeluarkan ancaman nuklirnya.

Menlu China, Wang Yi berbicara dengan Menlu Rusia, Sergey Lavrov Rabu lalu.

Dia mengatakan bahwa China akan mempertahankan posisi “objektif” mengenai perang di Ukraina.

Baik Rusia dan Ukraina adalah mitra dagang utama China.

Lavrov menanggapi, mengatakan Rusia masih bersedia menyelesaikan masalah lewat dialog. Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi pertama negara itu sejak Perang Dunia Kedua, dia juga mengeluarkan ancaman, menyatakan dia tidak akan ragu untuk menggunakan senjata nuklir, untuk melindungi perbatasan negara.

Presiden AS Biden menanggapi: “Perang nuklir tidak dapat dimenangkan dan tidak pernah boleh diperangi.”

Kepala NATO mengatakan ancaman Putin menunjukkan, dia telah membuat “kesalahan besar” dengan menginvasi Ukraina.

“Ucapan Presiden Putin menunjukkan bahwa perang tidak berjalan sesuai rencananya. Dia telah membuat ‘salah perhitungan besar.'”

Dewan Keamanan PBB telah gagal mengambil langkah substansial apa pun terhadap Rusia.

Karena negara itu memiliki hak veto sebagai salah satu anggota tetap badan tersebut, begitu juga dengan China.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI