Fokus

Anggota Parlemen Uni Eropa Kunjungi China: Bahas Impor Murah China

Di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Eropa, sekelompok anggota parlemen Uni Eropa sedang mengunjungi China. Ini adalah kunjungan pertama dalam delapan tahun, menandai keterlibatan yang diperbarui antara Beijing dan Brussel.

Hubungan telah tegang akibat defisit perdagangan Uni Eropa lebih dari 300 miliar dolar dengan China, dan dukungan Beijing untuk Rusia dalam perang Ukraina. Hubungan juga melemah oleh pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China.

Tahun lalu, China mencabut sanksi terhadap beberapa anggota Parlemen Eropa, demi membangun kembali hubungan Eropa di tengah tekanan tarif AS. Delegasi Uni Eropa yang mengunjungi China mengawasi pasar dan perlindungan konsumen Uni Eropa. Salah satu prioritas utamanya adalah mengatasi lonjakan impor murah dari China. Bisnis Eropa berkata ini adalah persaingan tidak sehat karena paket-paket kecil ini tidak dikenakan tarif. Lebih dari 4 miliar paket kecil memasuki pasar Uni Eropa pada 2024 dengan lebih dari 90% di antaranya berasal dari China.

Banyak dari paket-paket ini memasuki Uni Eropa melalui raksasa e-commerce China seperti Shein dan Temu.

Pekan lalu, Uni Eropa sepakat untuk merombak sistem bea cukainya dengan platform e-commerce China menghadapi denda jika menjual produk ilegal atau tidak aman ke pasar Uni Eropa.

Di hari yang sama, anggota parlemen Uni Eropa lainnya bertemu Presiden Taiwan Lai Ching-te di Taipei. Delegasi dipimpin oleh ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa. Lai berterima kasih pada Parlemen Eropa atas dukungannya pada Taiwan.