Fokus

Apakah Taiwan Bagian dari Rezim Komunis Tiongkok?

Kemenlu Tiongkok kembali menentang permintaan Taiwan untuk bergabung dengan PBB.

Mereka mengklaim bahwa Taiwan adalah provinsi dari Tiongkok, dan bahwa rezim komunis adalah satu- satunya perwakilan wilayah tersebut.

Beijing sekali lagi mengatakan “tidak” untuk sebuah permintaan dari Taiwan.

Pulau itu berharap untuk bergabung dengan PBB.

Zhao Lijian, jubir Kemenlu Tiongkok: “Sistem PBB, badan-badan khusus dan Sekretariat PBB harus mengikuti ‘prinsip satu-Tiongkok’ dan Resolusi Majelis Umum 2758 dalam semua hal yang berkaitan dengan Taiwan. Taiwan, sebagai provinsi Tiongkok, sama sekali tidak memenuhi syarat untuk bergabung dengan PBB.”

Prinsip satu-Tiongkok menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, dan bahwa Partai Komunis di Beijing, adalah satu-satunya penguasa sah Tiongkok.

Itu sejalan dengan Resolusi 2758, keputusan yang disahkan 50 tahun lalu di PBB.

Resolusi itu menghapus Taiwan dari PBB, dan mengakui Beijing sebagai “satu-satunya perwakilan sah Tiongkok.”

Jubir Kemenlu Tiongkok mengeluarkan komentar itu hari Selasa, setelah pernyataan dari Menlu Taiwan, Joseph Wu.

Wu berpendapat, resolusi itu tidak membahas perwakilan Taiwan di PBB.

Selama 50 tahun, Tiongkok telah menggunakan kekuatan diplomatiknya untuk menghentikan Taiwan dari bergabung dengan organisasi mana pun yang membutuhkan ‘kenegaraan’ untuk menjadi anggota, termasuk WHO.

Baru-baru ini, Tiongkok telah meningkatkan ancamannya untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya, menggunakan kekuatan militer jika perlu.

Sesuatu yang telah diungkapkan Beijing secara lisan, dan melalui intimidasi militer yang sering, seperti patroli udara.

Juga pada hari Selasa, Zhao mengomentari sebuah jajak pendapat.

Data menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat warga Kanada, percaya bahwa pemerintah harus melarang raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, khususnya dari infrastruktur jaringan 5G negara itu.

Sebagai tanggapan, Zhao meminta Kanada untuk tetap melakukan apa yang disebutnya “non-diskriminatif” terhadap Huawei.

Pulau kecil Taiwan secara resmi disebut Republic of China (Republik Tiongkok), atau disingkat ROC.

Ia memiliki paspor dan hubungan diplomatiknya sendiri.

Tapi kembali di awal abad lalu, Republik Tiongkok adalah nama untuk Tiongkok daratan.

Kini, daratan secara resmi disebut People’s Republic of China (Republik Rakyat Tiongkok), sebuah perbedaan yang kecil namun signifikan.

Jadi mari kita lihat sejarahnya.

Penduduk asli Taiwan bukan orang Tionghoa.

Mereka tidak diperintah oleh negara lain, atau pemerintahan asing.

Namun, pada akhir tahun 1890-an, Taiwan jatuh ke tangan Jepang.

Dan di Tiongkok daratan, pada tahun 1920-an,

Kuomintang atau Partai Nasionalis Tiongkok, pada dasarnya telah menyatukan negara Tiongkok.

Tapi situasinya berubah pada tahun 1937, ketika perang Tiongkok melawan Jepang pecah.

Perang itu berlangsung 8 tahun, berakhir dengan menyerahnya Jepang.

Taiwan kemudian diserahkan kepada Pemerintah Nasional Republik Tiongkok, dipimpin oleh Jiang Jieshi.

Namun pada tahun yang sama, gelombang kedua Perang Saudara Tiongkok pecah, antara Pemerintah Nasional dan Partai Komunis Tiongkok yang kekuatannya sedang meningkat.

Kalah dalam perang saudara, Pemerintah Nasional Republik Tiongkok pindah ke Taiwan, dan tetap berada di sana.

Banyak yang bingung tentang hubungan antara Taiwan dan Tiongkok.

Republik Rakyat Tiongkok, atau ‘PRC’, menduduki sebagian besar wilayah Republik Tiongkok, atau ‘ROC’, selama Perang Saudara Tiongkok.

Tapi Taiwan masih berada di bawah kendali Republik Tiongkok dari Kuomintang.

Dan Beijing tidak pernah memerintah Taiwan selama satu hari pun.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI