Sebuah aplikasi dengan nama menyeramkan menduduki peringkat puncak toko aplikasi berbayar di China. Aplikasi ini bernama ‘Apakah kamu mati’, dirancang untuk membantu orang yang hidup sendiri dengan memastikan seseorang tahu keadaan mereka setiap hari. Dengan banyaknya warga China yang hidup sendiri, aplikasi ini semakin populer. Host China Insider David Zhang membagikan informasi.
[David Zhang, Host China Insider]:
“Masyarakat China saat ini sangat menarik. Ada banyak kasus di sekitar Anda, misalnya, pasangan China lebih sering menggunakan ponsel daripada berinteraksi di lingkungan sosial yang sebenarnya. Budaya internet China cukup menonjol dan banyak orang jadi tertutup, terutama setelah pandemi. Mereka lebih suka berinteraksi melalui aplikasi dan lainnya. Memeriksa keadaan mereka mungkin bukan melalui telepon, tapi dengan mengklik tombol. Aplikasi ini juga ada tujuan lain. Jika Anda tahu, ada banyak pembicaraan tentang anak muda hilang di China yang organ tubuhnya diambil secara acak. Jadi aplikasi ini juga bermanfaat untuk melacak orang yang Anda cintai, keberadaan mereka, sesuatu yang sangat serius saat ini.”
Aplikasi ini dikenal di luar negeri dengan nama Demumu. Pengguna dapat menekan tombol check in sekali sehari untuk memberitahu mereka baik-baik saja. Jika tidak check in selama dua hari berturut-turut, aplikasi secara otomatis mengirim pesan ke kontak darurat terdaftar. Aplikasi ini dirilis pada Mei tahun lalu dengan nama mandarin “Seleme” yang berarti Apa Kamu Mati.
Aplikasi seharga 1 dolar ini dengan cepat menjadi viral, mencerminkan pergeseran sosial yang lebih luas di China. Banyak anak muda memilih tetap lajang, menikah lebih lambat atau hidup sendiri. Sementara itu banyak lansia hidup tanpa dukungan keluarga di dekatnya.
Menurut Biro Statistik Nasional, rumah tangga satu orang di China mencapai hampir 20% dari seluruh rumah tangga pada 2024. Angka ini naik dari kurang dari 8% dua dekade lalu.
Media pemerintah China memperkirakan akan ada sekitar 200 juta rumah tangga satu orang pada 2030. Pengembang aplikasi berkata mereka ingin memperluas fitur untuk para lansia, mengingat lebih dari 20% penduduk China sudah berusia di atas 60 tahun.
Meskipun banyak yang memuji tujuan aplikasi, yang lain mengkritik atas namanya, terutama referensinya tentang kematian. Ada laporan bahwa perusahaan akan mengubah nama aplikasi di masa depan.

