Fokus

Aplikasi Visa Pelajar AS Juga Periksa Media Sosial Pelamar

Deplu AS melanjutkan pengajuan visa pelajar AS setelah jeda 3 minggu, tetapi dengan persyaratan baru. Pelamar kini harus menyediakan akses ke akun media sosial mereka untuk ditinjau pemerintah. Ini akan berdampak khususnya pada pelajar China, kelompok pelajar asing terbesar kedua di AS.

Beberapa minggu lalu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio memperingatkan AS akan mencabut visa warga negara China yang terkait PKC, atau mereka yang mempelajari bidang sensitif. Departemen Luar Negeri berkata aturan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan pemeriksaan visa AS dengan semua informasi, untuk menyaring orang-orang yang mungkin menjadi risiko keamanan.

Pelajar yang mengajukan visa kini harus mempublikasikan akun media sosial mereka untuk ditinjau. Mereka yang gagal mematuhi aturan berisiko ditolak visanya.

Bulan lalu, Departemen Luar Negeri sempat menghentikan wawancara visa bagi mahasiswa asing, sambil memperluas protokol pemeriksaan media sosial.

Saat ini, lebih dari 275.000 mahasiswa China memegang visa AS. Hal ini terjadi ditengah ketegangan AS-China atas kekuatiran spionase, infiltrasi dan sengketa perdagangan.