Sebuah perusahaan tambang asal AS, Veritas Minerals baru saja melakukan investasi di perusahaan tembaga dan kobalt di Kongo. Langkah besar ini diambil sebagai upaya guna mematahkan dominasi China atas mineral penting yang merupakan unsur vital bagi produksi mobil listrik, ponsel pintar hingga jet tempur. China sejak lama telah menjadi pemain utama dalam industri tersebut.
Veritas mengantongi 56 izin pertambangan di Kongo, mempermudah perusahaan untuk melakukan transaksi lebih luas. Tujuannya adalah untuk mengamankan rantai pasok bagi AS dan sekutunya. Sejumlah pabrik pengolahan sudah dalam tahap pengembangan dan diperkirakan akan mulai beroperasi tahun depan.

