Site icon NTD Indonesia

AS Cermati Kepatuhan China Pada Gencatan Tarif 90 Hari

Di tengah meningkatnya ketegangan, AS mengamati dengan cermat kepatuhan China terhadap kesepakatan dagang terbaru, yang menurut Trump dilanggar oleh China.

Gedung Putih berkata Trump akan segera berbicara dengan presiden Xi Jinping.

Koresponden Gedung Putih Iris Tao melaporkan.

Beberapa hari setelah Trump mengecam China melanggar perjanjian dagang dengan AS untuk menunda tarif selama 90 hari, Gedung Putih berkata mereka secara aktif memantau kepatuhan China pada perjanjian itu, dan bahwa Trump akan segera berbicara dengan Xi Jinping.

[Karoline Leavitt, Jubir Gedung Putih]:

“Pemerintah secara aktif memantau kepatuhan China terhadap kesepakatan Jenewa. Saya paham dari pihak AS, kami telah mematuhi persyaratan yang kami tetapkan dan seperti yang Anda semua tahu, saya tahu ada banyak kepentingan didalamnya. Akan ada pembicaraan antar pemimpin segera.”

China menyangkal adanya pelanggaran, namun Departemen Keuangan AS berkata China mengingkari janjinya untuk mencabut kontrol ekspor atas mineral penting yang adalah kunci bagi industri otomotif dan pertahanan.

“Mereka memperlambat ekspor mineral penting khususnya magnet yang seharusnya dibebaskan dalam perjanjian itu. Sangat disayangkan, kita kembali ke kondisi non-tarif yang telah kita berlakukan pada China selama bertahun-tahun.”

Meski akan ada pembicaraan, ketegangan AS-China terus meningkat. AS meningkatkan pembatasan teknologi pada Beijing dan berjanji mencabut visa bagi pelajar China di AS secara masif.

[Karoline Leavitt, Jubir Gedung Putih]:

“Mereka yang berafiliasi dengan Partai Komunis China atau yang menjadi ancaman bagi keamanan nasional kita.”

Gedung Putih membenarkan telah mengirim surat ke semua mitra dagang AS bahwa mereka diberi batas waktu hingga Rabu untuk menyampaikan penawaran terbaik terkait perdagangan. Hal ini disebabkan pemerintah AS berupaya menyelesaikan kesepakatan dagang sebelum 9 Juli, tenggat 90 hari sejak April.