Fokus

AS China Capai Konsensus Dasar, Taiwan Tidak Akan Diperdagangkan

Presiden Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping hari Kamis untuk menyelesaikan kesepakatan dagang. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent berkata negosiator kedua negara telah menyepakati kerangka kerja substansial, yang disebut Beijing konsensus dasar. Hingga waktu pers, Beijing belum mengkonfirmasi pertemuan Xi Trump.

[Presiden Trump]:

“Kesepakatan yang bagus dengan China, mereka ingin buat kesepakatan, begitu juga kami.”

Selama akhir pekan AS dan China mengadakan putaran kelima pembicaraan dagang di Malaysia. Topik pembahasan mencakup isu fentanyl, mineral tanah jarang dan kedelai, TikTok, serta kemungkinan perpanjangan gencatan tarif.

Mengenai kontrol ekspor baru China atas tanah jarang, Bessent mengatakan bahwa untuk saat ini pembatasan telah dikesampingkan.

[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

“Presiden telah memberi daya tawar penuh ketika ia mengancam tarif 100% jika China memberlakukan kontrol ekspor tanah jarang mereka. Jadi, saya pikir kami berhasil mencegahnya, dengan demikian mereka juga terhindar dari tarif.”

Bessent mengatakan Beijing berencana menunda pembatasan mineral penting selama satu tahun. Sementara untuk kedelai, Bessent tidak memberikan detail spesifik, namun menyatakan kepuasan atas kemajuan yang dicapai.

[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:

“Tapi saya bisa memberitahu Anda bahwa petani kedelai akan sangat senang dengan kesepakatan ini, untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.”

Seputar isu TikTok, Bessent mengonfirmasi kesepakatan akhir sudah rampung. Pertanyaan tentang apakah China akan mempertahankan kontrol atas algoritma diharapkan akan terjawab selama pertemuan puncak Trump-Xi Kamis mendatang di Korea Selatan.

Mengenai kemungkinan Washington akan memberikan kelonggaran pembatasan ekspor semikonduktor, Bessent mengatakan, “Tidak ada perubahan.”

Sementara Sabtu lalu, menlu AS Marco Rubio menegaskan kembali bahwa AS tidak akan merubah komitmen jangka panjangnya terhadap Taiwan.