Site icon NTD Indonesia

AS dan Iran Tanda Tangani Kesepakatan Damai

Nota kesepakatan antara AS dan Iran berlaku efektif setelah ditandatangani Presiden Trump pada KTT G7 di Versailles. Salah satu butir MOU termasuk penghentian konflik secara permanen. Saat ini kedua negara memasuki 60 hari masa negosiasi untuk merumuskan perjanjian damai final dan masa depan program nuklir Iran.

Iran sepakat untuk memangkas stok uranium. Selama masa tersebut, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan membebaskan lalu lintas komersial di sepanjang jalur perairan tersebut dari tarif selama periode 60 hari. Sebaliknya, AS akan mencabut blokade angkatan lautnya dan bersedia melonggarkan sanksi apabila kesepakatan final tercapai.

Kesepakatan ini mencakup rencana dana rekonstruksi ekonomi Iran sebesar $300 miliar, dengan syarat Iran memenuhi aturan yang telah disepakati. Presiden Trump menegaskan AS tidak akan menyumbang dana secara langsung, melainkan hanya membantu pengembangannya. AS juga akan melonggarkan sanksi jika Iran mematuhi kesepakatan tersebut. Hal ini bisa berupa izin bagi negara tetangga, seperti Uni Emirat Arab, untuk membangun pembangkit listrik di Iran.

Beberapa butir penting yang masih belum disepakati, termasuk aktivitas pengayaan uranium Iran, yang baru akan dibahas pada negosiasi berikutnya. Kesepakatan ini juga mencakup penghentian perang di semua front, termasuk Lebanon. Selain itu, Iran diizinkan menjual minyaknya tanpa pembatasan Apabila kesepakatan nuklir final tercapai, AS berjanji akan mencabut sanksi dan mencairkan asset-aset Iran yang dibekukan setelah berakhirnya masa 60 hari.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik kesepakatan ini. Menurutnya, langkah ini membuka jalan bagi perdamaian abadi dan akan berdampak pada penurunan harga energi dunia.

Presiden Pakistan Shehbaz Sharif, selaku mediator utama, memuji komitmen kuat Presiden Trump pada diplomasi damai. Menurutnya, langkah ini kembali berhasil meredam konflik yang berpotensi membawa dampak kehancuran bagi kawasan dan dunia. Ia juga mengumumkan bahwa Qatar, selaku ko-mediator, akan menggelar seremoni formal besok di Swiss untuk menandai dimulainya pembicaraan teknis.

Menurut laporan NBC News, Wakil Presiden J. D. Vance dijadwalkan akan hadir. Sebelum penandatanganan, Presiden Trump sempat melontarkan peringatan tegas apabila kesepakatan gagal dalam 60 hari, AS akan kembali melancarkan pengeboman. Ia menegaskan tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, meski dalam perjanjian ini Iran sudah sepakat untuk tidak membuatnya.

Kantor berita Iran, Tasnim, mengonfirmasi bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani Nota Kesepahaman ini demi mengakhiri perang. Setelah merampungkan misinya di Eropa, Presiden Trump bertolak kembali ke AS. Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, memuji dedikasi presiden Trump dengan mengatakan, “Tidak ada orang yang bekerja lebih keras darinya.”