Para pimpinan Google, Anthropic, Meta, OpenAI dan XAI menandatangani kesepakatan kontrol baru kecerdasan buatan. Mereka sepakat bahwa dalam mengembangkan model AI canggih, sistem akan dipantau terhadap risiko keamanan siber, biosekuriti dan ancaman kimia, serta memastikan model-model itu tidak meretas atau mengakses sistem teknologi secara menyimpang.
Mereka juga sepakat memastikan adanya tim keamanan internal, auditor eksternal independen, dan komite dewan direksi untuk meninjau keberlangsungan kontrol.
Fokus dari hal ini adalah menjaga AS tetap unggul dari China adalam perlombaan AI, sekaligus mengawasi bahaya yang mungkin timbul dari perkembangan AI. Contoh kasus terjadi Juni lalu ketika OpenAI memiliki bot-bot liar yang meretas situs web pemerintah pribadi Australia.
Presiden Trump mengatakan AS terus memimpin di atas China untuk menangkal bahaya bahwa rezim otoriter akan mengendalikan teknologi ini. Ia berkata AS tidak akan bekerja sama dengan China dalam hal AI atas kekhawatiran bahwa China akan mencuri kekayaan intelektual Amerika.
Partai Komunis China memiliki rekam jejak mencuri hal-hal seperti ini, mulai dari chip AI hingga jet tempur F-35 dan teknologi sensor rudal.
[Presiden Trump]:
“Seseorang berkata, Oh, mari buat kerjasama patungan dengan China. Tapi jika kita melakukannya, kita akan memberikan rahasia yang ingin mereka miliki, atau pihak manapun. Tidak ada pihak ketiga disini, hanya kita dan China. Banyak orang berkata, Ayo lakukan bersama-sama dengan China, tapi mereka akan segera mendapat akses ke hal-hal yang kita ketahui.”

