Fokus

AS Targetkan Produk Hasil Kerja Paksa Tiongkok

Pengawasan ketat atas impor barang hasil kerja paksa meluas ke komoditas seperti baja dan tembaga asal Tiongkok. Informasi terbaru ini disampaikan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Departemen Kehakiman di Washington DC. Koresponden Jason Blair melaporkan.

Baja, litium, tembaga, soda costic, dan biji kurma yang dikirim dari Tiongkok kini masuk dalam kategori pemeriksaan prioritas oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Perlindungan Kerja Paksa Uighur.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan,

“Penggunaan tenaga kerja paksa sangat menjijikkan. Kami akan meminta perusahaan Tiongkok bertanggungjawab atas penyalahgunaan ini dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan terhadap kemakmuran kami.”

Menteri Tenaga Kerja AS, Lori Chavez de Ramier, mengatakan dalam sebuah pernyataan,

“Amerika yang pertama berarti menjauhkan produk luar hasil kerja paksa dari rak-rak kami dan memastikan lini bisnis warga Amerika tidak dirugikan.”

Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Tenaga Kerja adalah anggota Satuan Tugas Pemberantasan Kerja Paksa. Mereka menerbitkan pembaruan atas strategi Undang-Undang Perlindungan Kerja Paksa Uighur yang bertujuan mencegah impor barang dari Tiongkok yang ditambang, diproduksi, dan dibuat menggunakan kerja paksa.