Menurut laporan Gedung Putih terbaru, Dewan Penasihat Ekonomi memperkirakan AS kehilangan nilai impor sekitar 60 miliar dolar tiap tahunnya melalui lintas-pengiriman ilegal. Apakah artinya ini? Sebagai contoh, ambil China yang menurut laporan memiliki rekam jejak tertinggi dalam praktik lintas pengiriman.
China menghadapi tarif impor tinggi dari AS. Alih-alih mengirim barang langsung ke AS, China akan mengirim produknya ke negara ketiga yang bertarif lebih rendah, misalnya Vietnam. Di sana, paket-paket akan dikemas ulang secara minimal, dirakit atau diselesaikan dan diberi label “Made in Vietnam”. Dengan cara ini, produk “Made in China” dapat dikenakan tarif yang lebih rendah untuk masuk ke AS.
Laporan menyoroti sejumlah negara yang dikatakan membantu China dalam praktik ini, termasuk sekutu terdekat AS seperti Kanada, Meksiko, Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, hingga negara-negara seperti Panama, Sri Lanka, Kenya, Vietnam, dan Thailand.
Laporan menyebutkan praktik ilegal ini menyebabkan hilangnya lapangan kerja di sektor manufaktur AS. Diperkirakan bahwa setiap $1 miliar arus pengiriman transit ilegal setara dengan hilangnya 6.000 lapangan kerja di AS.
Kini, Gedung Putih mengumumkan bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan sedang mengembangkan sistem berbasis AI yang mampu menganalisis tanda-tanda kontainer, pola kemasan, dan citra sinar-X, untuk mendeteksi ketidaksesuaian antara muatan yang dilaporkan dan muatan sebenarnya.
