Fokus

AS Umumkan Kesepakatan Pertanian Baru dengan Beijing Setelah Pertemuan Trump-Xi

Pertemuan Presiden Trump dengan pemimpin Partai Komunis China Xi Jinping pekan lalu membawa hasil, yaitu kesepakatan mencakup produk pertanian dan logam tanah jarang.

Namun, terdapat sedikit perbedaan antara versi masing-masing dari perjanjian tersebut. Juga masih belum jelas apakah China dapat memenuhi perjanjian ini.

AS dan China meluncurkan dua forum baru yang disebut akan memperluas hubungan ekonomi, yaitu Dewan Perdagangan AS-China dan Dewan Investasi AS-China. Beijing juga berkomitmen membeli setidaknya produk pertanian AS sebesar 17 miliar dolar AS per tahun hingga 2028, diluar kesepakatan pembelian kedelai tahun 2025.

Berdasarkan kesepakatan perdagangan fase 1, Beijing seharusnya meningkatkan pembelian barang-barang Amerika, namun mereka gagal memenuhi 60% dari komitmen tersebut, menurut  Layanan Penelitian Kongres.

Pada 2018, pemerintahan Trump memberlakukan tarif terhadap China atas dugaan praktik perdagangan yang tidak adil dan pencurian hak kekayaan intelektual.

China menanggapi dengan tarif balasan terhadap barang-barang AS, termasuk produk pertanian. Gedung Putih menyebutkan bahwa China juga menyetujui pembelian awal 200 pesawat Boeing buatan AS untuk maskapai penerbangan China, serta memulihkan akses pasar untuk daging sapi AS. Disebutkan Beijing akan menyediakan jalur bagi lebih banyak pabrik pengolahan daging sapi AS untuk diekspor ke China dan melonggarkan pembatasan terhadap unggas AS.

Gedung Putih juga mengatakan China telah setuju menangani kekhawatiran AS terkait kekurangan mineral tanah jarang dan teknologi terkait, yang digunakan dalam smartphone dan sistem militer.  Beijing memperluas pembatasan ekspor mineral tanah jarang tahun lalu di tengah ketegangan perdagangan dengan AS.

Pejabat AS telah berulang kali menuduh China gagal menghormati perjanjian perdagangan dan ekspor di masa lalu.