Fokus

Atlet NBA Mengecam Pengambilan Organ Paksa di Tiongkok

Dan di AS, seorang pemain NBA angkat bicara lagi.

Bintang Boston Celtics, Enes Kanter mengecam Beijing karena catatan HAM-nya.

Kali ini, terkait pembunuhan luas tahanan hati nurani, untuk organ mereka.

Atlet itu menulis di Twitter: “Berhenti membunuh untuk organ. Itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Dia menyebutkan orang Tibet, Uighur, Kristen, dan praktisi Falun Gong.

Postingan Kanter termasuk foto sepasang sepatu baru yang ‘disesuaikan’ dengan pesan yang sama.

Di satu sisi sepatunya tertulis slogan dengan huruf tebal yang mengatakan: “Hentikan pengambilan organ di Tiongkok”.

Kanter telah menyerukan perlakuan rezim Tiongkok terhadap orang Tibet dan Uighur beberapa kali dalam beberapa pekan terakhir, menyebut kepala PKT, Xi Jinping, sebagai “diktator brutal”.

Dia juga mengenakan sepatu di pertandingan, dihiasi dengan pesan seperti ‘kebebasan’ dan ‘tidak ada beijing 2022’, yang menentang Olimpiade mendatang di sana.

Di Tiongkok, donasi organ sering dikaitkan dengan uang besar.

Dan baru-baru ini, satu provinsi bahkan menerbitkan ‘daftar harga’ organ.

6 departemen pemerintah provinsi di provinsi Henan, Tiongkok Tengah, bersama-sama mengumumkan daftar pembayaran yang diberikan untuk donasi organ.

Badan-badan ini tidak hanya mencakup Komite Kesehatan Provinsi, tapi juga Departemen Keuangan, serta Administrasi Pengawasan Pasar.

Daftar tersebut mengatakan, pasien membayar apa yang disebut “biaya akuisisi organ yang disumbangkan”.

Itu adalah lebih dari Rp 580 juta untuk hati orang dewasa, lebih dari Rp 220 juta untuk hati seorang anak, lebih dari Rp 350 juta untuk satu ginjal, dan hampir Rp 510 juta untuk kedua ginjal.

Para ahli mengatakan daftar seperti itu dapat mendorong patologi sosial yang parah, seperti penculikan dan pembunuhan untuk organ.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI