Fokus

Aturan Baru dari Pemerintahan Trump yang Mengancam Huawei

Pemerintahan Trump telah memperketat aturan perihal penjualan industri teknologi pada Huawei – raksasa telekomunikasi Tiongkok – Hari ini kita akan melihat bagaimana semua itu akan mempengaruhi semua pasokan microchip untuk Huawei. Dan hal-hal lain yang membuat perusahaan itu, berada dalam masalah.

Langkah terbaru AS untuk memutus Huawei dari pasokan microchip global dapat mengancam eksistensi perusahaan tersebut.

Pada pertemuan tahunan hari Senin lalu, ketua bergilir Huawei, Guo Ping berkata, “Kelangsungan hidup adalah kata kunci bagi kita sekarang.”

Joe Kelly, Wakil Presiden Media Internasional, Huawei: “Aturan baru akan berdampak pada ekspansi, pemeliharaan, dan operasi berkelanjutan dari jaringan bernilai ratusan milyar Dolar yang telah kami gulirkan di lebih dari 170 negara.”

Pemerintahan Trump mengumumkan aturan barunya minggu lalu. Setiap pembuat chip di dunia yang menggunakan peralatan atau perangkat lunak Amerika dalam chip mereka. Perlu mendapatkan lisensi sebelum menjual chip tersebut ke Huawei.

Chip adalah komponen penting dari ponsel pintar dan jaringan telekomunikasi Huawei, dan perusahaan tersebut mengandalkan kontraktor untuk membuatnya.

Menlu AS, Mike Pompeo memberitahu alasan di balik aturan baru, yang telah menempatkan perusahaan telekomunikasi Tiongkok itu, pada perjuangan untuk bertahan hidup.

Dalam sebuah tweet pada 15 Mei, Pompeo berkata, “Kita mempersulit Partai Komunis Tiongkok untuk menggunakan teknologi sensitif kita terhadap kita, sekutu kita, dan mitra kita.”

Huawei diduga terjalin dengan Partai Komunis Tiongkok yang anti-Amerika itu sendiri.

Huawei tidak berhasil mencapai target pendapatannya tahun lalu, penjualan ponsel pintarnya turun 17% untuk kuartal pertama, dan bisnis operator Australianya, turun 21% untuk 2019.

Dan pembatasan terbaru akan membuat pukulan berat terhadap pasokan chip global Huawei.

Financial Times melaporkan, menurut Credit Suisse, sekitar 40% pembuat chip global menggunakan mesin AS, dan lebih dari 85% yang menggunakan perangkat lunak AS.

Bank Investasi mengatakan, hampir tidak mungkin bagi Huawei untuk menemukan sebuah pabrik pembuatan, untuk bekerja dengan mereka di bawah aturan baru.

Unit chip Huawei, HiSilicon, sangat bergantung pada chip dari TSMC yang berbasis di Taiwan, kontraktor pembuat chip terbesar di dunia.

Namun TSMC telah menghentikan pesanan baru dari Huawei, sebagai tanggapan atas peraturan AS yang baru.

Perusahaan itu juga membuka fasilitas canggih senilai 12 milyar Dolar di Arizona.

Tanpa TSMC, Huawei harus lebih sering menggunakan pemasok domestik Tiongkok.

Di daftar teratas adalah SMIC, yang saat ini membuat chip untuk Hisilicon. Pemerintah Tiongkok baru saja mengumumkan investasi 2 milyar Dolar ke dalam SMIC, namun teknologinya berada jauh di belakang TSMC.

Misalnya, SMIC tidak memiliki kemampuan produksi 7-nanometer, yang diandalkan oleh chip kelas atas Huawei.

Satu media Jepang melaporkan tahun lalu, bahwa Huawei merencanakan persediaan satu tahun komponen kritis untuk cadangan selama masa-masa yang tidak pasti.

Analis Tiongkok lain mengatakan bahwa salah satu orang dalam Huawei, mengatakan kepadanya bahwa perusahaan itu hanya memiliki persediaan chip untuk tiga bulan. Setelah stoknya habis, perusahaan itu dapat menghadapi kesulitan serius.

Departemen Perdagangan memberi tenggang waktu 120 hari, bagi perusahaan-perusahaan asing sebelum aturan itu diberlakukan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.