Fokus

Aturan Baru Terkait Wabah Virus Korona Wuhan, Pemerintah Boleh Mengambil Aset Milik Warga

Saat mengalami wabah, sumber daya di Tiongkok telah digunakan hingga batas maksimum, kini beberapa otoritas lokal, mengarahkan pandangannya pada properti milik pribadi.

Beberapa kota di Tiongkok, kini diperbolehkan untuk mengambil properti milik pribadi. Otoritas setempat dari 2 kota di bagian Tenggara, yakni Guangzhou dan Shenzhen. Mengumumkan keputusan itu pada hari Kamis lalu, dan berlaku dengan segera.

Mereka mengatakan bahwa hal itu untuk mengatasi kurangnya persediaan sumber daya pengendali penyakit. Kedua kota kini telah memberikan dirinya sendiri, hak untuk mengambil peralatan, fasilitas, bangunan, kendaraan, dan barang-barang lain dari bisnis dan individu setempat untuk tujuan pengendalian penyakit.

Mobil-mobil dan bahkan bangunan-bangunan milik pribadi adalah mungkin untuk disita.

Otoritas setempat mengatakan bahwa mereka akan menawarkan kompensasi dan mengembalikan aset-aset tersebut jika mungkin. Tapi orang-orang tidak yakin, setelah melihat apa yang terjadi di Wuhan. Di sana, para pejabat mengambil alih sebuah asrama kampus, dan menjadikannya pusat karantina. Video menunjukkan para pekerja sedang melemparkan barang-barang milik siswa, layaknya melemparkan sampah.

Guangzhou dan Shenzhen adalah termasuk kota-kota terkaya di Tiongkok. Namun pemerintah setempat Tiongkok sedang kesusahan dan terus bergeser hingga mengalami krisis hutang. Wabah virus korona telah mengekang kemampuan mereka untuk merespon dalam keadaan darurat.

Pengumuman dari pemerintahan setempat menimbulkan diskusi panas di media sosial Tiongkok. Beberapa mempertanyakan mengapa pemerintah setempat tidak memiliki aset publik yang cukup, untuk menghadapi virus, hingga mereka harus mengambil properti milik pribadi.

Kurangnya persediaan alat kesehatan menciptakan semacam kekacauan di Tiongkok. Minggu lalu, beberapa kota di Tiongkok berkelahi karena berebut peralatan medis. Satu kota dituduh telah mencuri pengiriman masker operasi, dari kota lain.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi virus korona baru dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.