Fokus

Australia Menyebut Peringatan Tiongkok, ‘Konyol’ dan ‘Lucu’

Australia berencana untuk mendapatkan kapal selam nuklir, dan itu membuat marah Partai Komunis Tiongkok.

Tapi, sama seriusnya dengan sikap mereka terhadap masalah ini, perselisihan itu menampilkan istilah yang sangat ringan, seperti “nakal”, “kocak”, dan “lucu”.

Penjabat Duta Besar Tiongkok untuk Australia, Wang Xining menyebut Australia sebagai “pria nakal” dalam sebuah wawancara dengan Guardian minggu lalu.

Mengatakan kesepakatan kapal selam nuklir akan merusak reputasi cinta damai Australia, dan Australia akan dicap sebagai “pengguna pedang”.

Wang juga meminta Australia untuk “menahan diri dari melakukan sesuatu yang merusak” hubungan antara kedua negara.

Menhan Australia, Peter Dutton menanggapi Jumat lalu dalam sebuah wawancara dengan media lokal, mengatakan peringatan PKT adalah “kocak”, dan “sangat konyol itu lucu”.

Dia menambahkan tidak ada duta besar lain di Australia yang berperilaku seperti ini.

Peringatan diplomat Tiongkok itu mengikuti beberapa tindakan dari Australia, rencana untuk membeli kapal selam bertenaga nuklir dari AS hanyalah salah satunya.

Tepat sebelum komentar Wang minggu lalu,

Dutton mengatakan Australia akan berdiri bersama sekutunya melawan PKT, untuk melindungi kebebasan dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.

Dia berbicara di “Jaringan Sembilan” Australia, mengecam Beijing karena tidak mengikuti aturan internasional.

Dutton: “Itu adalah kata-kata pengganggu, bukan pemain internasional. Kita tidak berurusan dengan seseorang yang bermain sesuai aturan internasional.”

Juga minggu lalu, PM Australia mengatakan lebih dari 60 bidang teknologi sangat penting untuk kepentingan nasional.

Dia menjanjikan jutaan dolar dalam pendanaan untuk menjaga saingan strategis dari mengendalikan industri, dari keamanan dunia maya hingga obat-obatan.

Ini semua adalah area yang telah coba disusupi oleh Beijing selama bertahun-tahun.

Dan lebih jauh ke belakang, bulan lalu mantan PM Australia, Tony Abbott mengunjungi Taiwan.

Beijing mengklaim pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu, sebagai wilayahnya sendiri, dan Wang menyebut kunjungan Abbott sebagai “sangat disayangkan.”

Tiga tahun lalu (2018), Australia telah memicu reaksi keras dari Beijing, setelah melarang perusahaan Tiongkok, Huawei dan ZTE, untuk berpartisipasi dalam jaringan 5G negara itu.

Hubungan antara kedua negara mencapai titik terendah baru pada tahun 2020, ketika Australia meminta untuk menyelidiki asal-usul virus PKT.

Sebagai pembalasan, Beijing memberlakukan larangan atau tarif impor tinggi terhadap batu bara, daging sapi, jelai, lobster, kayu, dan anggur Australia.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI