Fokus

Bagaimana Hubungan China dengan Iran yang Mendukung Houthi

Hari Senin, Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika pemberontak Houthi melanjutkan serangan mereka. Kelompok teroris yang didukung Iran ini telah menyerang kapal-kapal Amerika dan operasi pengiriman global di Laut Merah. Bagaimana Iran terhubung dengan Houthi, dan siapa yang mendukung Iran?

Ini terjadi setelah militer AS meluncurkan serangan udara pada Houthi di Yemen pada hari Sabtu, membunuh beberapa kader Houthi. Houthi telah menyerang kapal-kapal yang melintasi Laut Merah. Mereka telah memaksa kapal-kapal itu untuk memilih rute lain, menyebabkan keterlambatan dan gangguan lain dalam pengiriman global.

Pemberontak Houthi menguasai sepertiga dari Yemen, memberikan kelompok itu akses ke Laut Merah, jalur kunci perairan bagi perdagangan global. Sekitar 10% dari perdagangan global melintasi jalur ini, karena jalur Laut Merah memperpendek jarak antara Asia dengan Eropa secara signifikan. Houthi mendapatkan dukungan dari Iran, tetapi apakah peran China di dalamnya?

China adalah pembeli terbesar dari minyak Iran, yang adalah sumber pendapatan terbesar Iran. Pada 2024, lebih dari 90% minyak Iran diekspor ke China, menghindari sanksi AS. Ini menurut organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran. Iran kemudian mengirim sebagian dari pendapatan hasil penjualan minyak itu, salah satunya ke Houthi.

Selain minyak, China juga menyerukan pada AS untuk menghapus sanksinya pada Iran. Ini terjadi saat Trump meminta bahwa Iran harus menegosiasikan kesepakatan, untuk mencegah negara itu mendapatkan senjata nuklir. Trump berkata Iran sedikit lagi akan mengembangkan bom nuklir. Tehran berkata program nuklirnya adalah untuk tujuan damai. Selain mendukung Iran, rezim komunis China juga mendukung Houthi dengan cara lain. Pemasok China dan Iran membantu kelompok teroris itu mendapatkan bahan-bahan yang dipakai untuk membuat misil melawan AS. Departemen Keuangan telah memberi sanksi pada tiga perusahaan dan satu individu yang terkait kasus ini.

Pejabat Houthi juga telah berbicara dengan pejabat China dan Rusia, terutama untuk memastikan bahwa militan Houthi tidak akan menyerang kapal China yang singgah di Laut Merah. China juga menerima delegasi Houthi pada 2016, dan perusahaan layanan minyak China telah menandatangani kesepakatan dengan Houthi pada 2023.

slot gacor