Fokus

Barat Mengkritik Rezim Tiongkok di KTT G-7

Di tengah KTT Kelompok 7 minggu ini, Barat mengkritik rezim Komunis Tiongkok.

Para pemimpin negara demokrasi utama dunia telah mendesak Tiongkok untuk menggunakan pengaruhnya dengan Rusia dan menghentikan invasinya ke Ukraina.

Dalam pernyataan KTT G-7, mereka juga meminta agar Beijing menghentikan apa yang mereka sebut “klaim maritim ekspansif” di Laut Tiongkok Selatan.

Pesan-pesan itu datang bersamaan dengan tingkat kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kebijakan dan catatan HAM Beijing.

Kini, kebuntuan tampaknya sedang terjadi di antara dua blok.

Salah satunya dipimpin oleh AS, dan yang lainnya oleh Rusia dan Tiongkok.

Keduanya mencoba untuk memperluas aliansi mereka, tapi siapa yang mereka tuju untuk bergabung dengan barisan mereka?

KTT Kelompok Tujuh, atau G-7, minggu ini mengundang India dan Afrika Selatan untuk berpartisipasi.

Anggota demokratisnya tampaknya memiliki tujuan baru: memperluas front mereka melawan Beijing dan Moskow.

Tapi India dan Afrika Selatan mungkin bukan sekutu yang sepatutnya.

Keduanya juga menghadiri KTT virtual BRICS yang baru-baru ini diadakan, yang diselenggarakan oleh Tiongkok.

Anggota BRICS termasuk di antara negara-negara berkembang yang paling berpengaruh:

Tiongkok, Rusia, India, Brasil, dan Afrika Selatan.

Selama pertemuan pekan lalu, Beijing membantu Rusia untuk kembali ke panggung internasional setelah invasinya di Ukraina.

Selain itu, Pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping, membidik AS karena memperluas aliansi militer, dan juga atas sanksi.

Kembali di Eropa, KTT G-7 telah berjalan penuh di Jerman minggu ini.

Para pemimpin dari AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, serta Uni Eropa, hadir.

Jerman juga mengundang Perdana Menteri India, Modi, ditambah para pemimpin dari Afrika Selatan, Indonesia, Senegal, dan Argentina.

Di antara para tamu, India, Afrika Selatan, dan Senegal abstain dari pemungutan suara Dewan Keamanan PBB atas proposal untuk mengutuk Rusia.

Sejumlah negara tamu yang diundang ke G-7 juga adalah yang menjadi bidikan Putin.

Selama pertemuan virtual BRICS, dia menyarankan lima negara anggota kelompok itu harus memperluas hubungan dengan negara- negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

India adalah salah satu dari mereka yang terjebak di tengah-tengah kedua blok tersebut, berusaha menyeimbangkan hubungan antara Rusia dan negara-negara Barat.

Terlepas dari perdagangan yang kuat antara India dan Tiongkok, perselisihan perbatasan yang sedang berlangsung serta bentrokan kekerasan dalam beberapa tahun terakhir, membuat kedua negara dalam mode pertahanan.

Pada saat yang sama, Rusia merupakan sumber utama senjata dan energi bagi India.

Di luar India, Indonesia juga menjadi sorotan, karena dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT G-20 tahun ini.

Presiden Rusia, Putin sudah mengonfirmasi dia akan hadir.

Indonesia juga mengundang Presiden Ukraina, Zelensky.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI