Fokus

Beijing Menunjuk Pejabat Komunis yang Keras Sebagai Kepala Badan Keamanan Baru Hong Kong

Beijing telah menunjuk seorang pejabat Komunis yang keras dari Tiongkok daratan untuk memimpin badan keamanan baru di Hong Kong.

Badan itu dilaporkan sedang dibentuk berdasarkan undang-undang keamanan nasional Beijing yang baru saja disahkan, yang bisa mengkriminalisasi perbedaan pendapat di Hong Kong.

Menurut undang-undang, badan itu akan melapor langsung ke Beijing, dan tidak dibatasi oleh hukum setempat di Hong Kong.

Badan tersebut juga memiliki kekuatan untuk mengirim tersangka pelanggar hukum ke pengadilan di Tiongkok daratan untuk diadili.

Pejabat yang memimpin badan itu, Zheng Yanxiong, sebelumnya adalah sekretaris Partai Komunis untuk provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan.

 Zheng tidak memiliki pengalaman dalam urusan Hong Kong.

Namun dia terkenal dan dipromosikan karena penindakan kerasnya sepuluh tahun lalu di desa Wukan.

Saat itu, protes warga setempat terhadap korupsi dihancurkan oleh polisi anti huru hara, juga oleh penangkapan massal.

Pada suatu waktu, desa tersebut langsung memilih pemimpin lokalnya sendiri, dan hal itu dipandang sebagai simbol demokrasi akar rumput Tiongkok.

Namun upaya itu kemudian dihancurkan oleh tindakan keras berdarah dari aparat.

Salah satu komentar Zheng menjadi viral saat itu, di mana dia mengkritik penduduk desa karena “berkolusi dengan media asing untuk membuat masalah.”

Dia mengatakan, banyak penduduk desa yang berharap bahwa pemberitaan pers yang buruk terkait protes, akan membuatnya dipecat, namun itu tidak akan terjadi.

Zheng Yanxiong: “Para penduduk desa berusaha mencari beberapa wartawan untuk membuat sensasi. Semakin buruk laporan media tentang hal itu, semakin bahagia penduduk desa, dan mereka pikir, saya akan berada dalam masalah. Bos saya akan cemas dan memecat saya.”

Tapi Zheng mengatakan bahwa itu tidak akan ada gunanya bagi penduduk desa.

Zheng: “Apa gunanya bagi mereka jika saya dipecat? Bahkan jika pejabat pusat mengirim sekretaris Partai lain? Dia belum tentu lebih baik dari saya, Zheng Yanxiong.”

“Babi akan terbang sebelum pers asing bisa dipercaya.”

Seorang mantan pemimpin protes dari desa Wukan, Zhuang Liehong, yang kini tinggal di AS, memposting di Twitter, memegang spanduk bertuliskan: “Kemarin Wukan, hari ini Hong Kong.”

Menunjukkan bahwa pejabat Partai mungkin akan mengambil pendekatan keras yang sama terhadap warga Hong Kong, seperti yang mereka lakukan saat itu di Tiongkok daratan. (NTDTV/jl)

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.